Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri: Korban Meninggal Akibat Tsunami di Lampung Telah Mencapai 38 Orang

Mabes Polri mengungkapkan total korban meninggal dunia akibat bencana alam tsunami di wilayah Lampung Selatan telah mencapai 38 orang.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 23 Desember 2018  |  16:07 WIB
Petugas mengawasi operator alat berat membersihkan tumpukan sampah yang porak poranda menutupi jalan setelah diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). - ANTARA/Asep Fathulrahman
Petugas mengawasi operator alat berat membersihkan tumpukan sampah yang porak poranda menutupi jalan setelah diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA--Mabes Polri mengungkapkan total korban meninggal dunia akibat bencana alam tsunami di wilayah Lampung Selatan telah mencapai 38 orang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dari total 38 korban meninggal dunia tersebut, 37 di antaranya berasal dari wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Satu korban tewas lainnya berasal dari Kabupaten Tanggamus.

"Sementara itu, korban luka-luka mencapai 138 orang di Kabupaten Lampung Selatan," tuturnya, Minggu (23/12/2018).

Dedi menjelaskan bencana alam tsunami yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.15 WIB tersebut telah menyapu sejumlah wilayah yaitu Kecamatan Kalianda, Rajabasa, dan Ketibung di Lampung Selatan.

Tsunami juga menerjang wilayah kecamatan Teluk Betung Selatan, dan Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung serta kecamatan Kelumbayan Pekon Kiluan, Kabupaten Tanggamus.

"Akibat bencana alam itu, 30 rumah rusak berat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. 70 perahu nelayan rusak berat, 1 penginapan rusak ringan, 2 rumah rusak ringan dan 1 rumah hanyut di Kabupaten Tanggamus," kata Dedi.

Menurut Dedi, Kepolisian dibantu TNI dan Pemerintah Daerah setempat telah berkoodinasi untuk mendata seluruh korban meninggal dunia dan korban selamat pada insiden tersebut.

Dia juga menjelaskan bahwa proses evakuasi terus dilakukan oleh personel Polri dan TNI.

"Kami melakukan koordinasi dengan TNI, Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Selatan, Pemkot Bandar Lampung, Basarnas, BPBD, BMKG, Dinas Kesehatan, dan PMI untuk melakukan upaya tanggap bencana," ujar Dedi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri Tsunami Anyer
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top