Sandi Keluhkan Ekonomi Jember Lesu

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengeluhkan kondisi ekonomi di Jember, Jawa Timur yang lesu. Hasil menyerap aspirasi dari 10 sampai 15 tempat per hari, Sandi menemukan pendapatan yang berkurang hingga harga-harga yang tidak stabil.
Jaffry Prabu Prakoso | 26 November 2018 17:08 WIB
Sandiaga Uno - Dok. Timses Prabowo Subianto/Sandiaga Uno

Bisnis.com, JAKARTA — Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengeluhkan kondisi ekonomi di Jember, Jawa Timur yang lesu. Hasil menyerap aspirasi dari 10 sampai 15 tempat per hari, Sandi menemukan pendapatan yang berkurang hingga harga-harga yang tidak stabil. 

“Saya bertemu dengan banyak lapisan masyarakat untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi untuk mencari solusi, bukan debat politik yang tidak berujung. Kita harus bersatu bukan memecah belah, hanya dengan bersatu kita bisa menyelesaikan masalah-masalah bangsa, khususnya masalah ekonomi,” katanya di Jember melalui keterangan pers, Senin (26/11/2018).

Saat bertemu dengan guru dan petani, Sandi menerima cerita bahwa pemerintah sekarang tidak berpihak kepada petani karena selalu diperdaya.

“Pemerintah harusnya hadir dan melindungi para petani bukan membuka keran impor yang membuat swasengsara petani,” ucapnya. 

Impor, menurut, Sandi memang harus dibatasi karena menyengsarakan petani seperti petani tebu, sayur mayur, pelaku umkm, dan lapisan masyarakat lainnya. Padahal, banyak contoh swasembada di sekitar Jember seperti pesantren Bustanul Ulum KH Abdullah Yaqien di Puger berdiri sejak tahun 1890 yang merupakan pesantren tertua.

“Menurut Pak Kyai Syamsul Arifin [pemimpin pesantren], semua yang dimakan santri dan keluarga merupakan hasil produksi yang dibudidayakan di pesantren. Ini membuat saya kagum. Ini merupakan contoh swasembada,” ungkapnya.

Tag : sandiaga uno, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top