Kepala Badan Intelijen Rusia yang Tersangkut Kasus Racun Saraf di Inggris Meninggal

Badan intelijen militer Rusia, GRU, dianggap bertanggung jawab atas peracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya pada Maret 2018 oleh Pemerintah Inggris.
Annisa Margrit | 22 November 2018 16:25 WIB
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kiri) menyerahkan bendera kepada Kepala GRU Igor Korobov (kanan) dalam sebuah upacara di Moskow, Rusia, Selasa (2/2/2016). - Kementerian Pertahanan Rusia via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala badan intelijen militer Rusia, yang dituding bertanggung jawab atas peracunan eks mata-mata Rusia, meninggal dunia karena penyakit yang sudah lama dideritanya.

Badan intelijen militer Rusia, GRU, dianggap bertanggung jawab atas peracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya pada Maret 2018 oleh Pemerintah Inggris.

Selain itu, GRU juga dituding mencoba meretas badan pengawas senjata kimia global oleh Pemerintah Belanda dan dituduh meretas Pilpres AS pada 2016 oleh Pemerintah AS.

Dilansir dari Reuters, Kamis (22/11/2018), Igor Korobov meninggal dunia pada Rabu (21/11). Namun, tidak disebutkan penyakit apa yang dideritanya.

Sebelum meninggal, nasib Korobov sebenarnya sudah menjadi spekulasi karena dia sempat dipanggil oleh Presiden Rusia Vladimir Putin setelah kasus Skripal terjadi. Korobov disebut mendapat kritik keras setelah Skripal dan putrinya mampu bertahan hidup dan GRU menjadi sasaran kritik di media Barat.

AS juga memasukkan Korobov dalam daftar hitam yang berisi orang-orang yang dinilai telah membantu Pemerintah Rusia dalam mengganggu keamanan siber.

Korobov tidak hadir dalam upacara ulang tahun GRU di Moskow pada bulan ini. Saat itu, Putin memuji kemampuan GRU yang dinilai luar biasa dan unik serta selalu siap mengorbankan apapun untuk negaranya.

Kasus peracunan terhadap Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris menjadi perhatian dunia karena keduanya ditemukan dalam keadaan tidak sadar di ruang publik. Belakangan, diketahui bahwa racun yang digunakan adalah Novichok, yakni racun saraf yang sangat kuat dan turut digunakan pada Perang Dunia II.

Pada 2004, Skripal ditahan badan intelijen Rusia karena dituding mengkhianati rekan-rekannya sesama agen Rusia ke badan intelijen Inggris. Namun, pada 2010 dia mendapat pengampunan dari Presiden Dmitry Medvedev sebagai bagian dari sebuah program pertukaran mata-mata.

Kasus ini berbuntut pada pengusiran 23 diplomat Rusia oleh Inggris.

Adapun Korobov adalah veteran tentara Soviet dan bergabung dengan GRU sejak 1985. Sementara itu, GRU adalah 1 dari 3 badan intelijen utama Rusia, selain Federal Security Service yang pengawasannya lebih untuk urusan dalam negeri dan SVR Foreign Intelligence Service.

Sumber : Reuters

Tag : rusia, intelijen
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top