Pengirim Paket Bom Pipa AS Ditangkap FBI

Aparat keamanan AS menangkap seorang pria yang diduga menjadi pengirim belasan paket bom ke sejumlah figur penting AS dalam beberapa hari terakhir.
Annisa Margrit | 27 Oktober 2018 07:22 WIB
Cesar Altieri Sayoc (kiri, baju hitam) ditahan oleh aparat keamanan AS setelah diduga mengirim belasan paket bom kepada sejumlah figur penting AS di Miramar, Florida, AS, Jumat (26/10). - WPLG/Local10.com via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Aparat keamanan AS menangkap seorang pria yang diduga menjadi pengirim belasan paket bom ke sejumlah figur penting AS dalam beberapa hari terakhir.

Cesar Altieri Sayoc (56), mantan penari telanjang dan pegulat profesional, ditangkap di luar sebuah toko aksesoris mobil di Plantation, Florida, Jumat (26/10/2018) waktu setempat.

Sebuah mobil van putih miliknya juga disita. Mobil itu dipenuhi oleh stiker dukungan terhadap Presiden AS Donald Trump, slogan “CNN Sucks” atau “CNN Menyebalkan”, dan gambar beberapa politisi Partai Demokrat dengan tanda silang merah di wajahnya.

Sayoc awalnya ditahan di fasilitas milik FBI di Miami, Florida. Dia direncanakan dipindah ke Pusat Penahanan Federal di kota yang sama akan dibawa ke pengadilan pada Senin (29/10).

“Kami tidak akan menoleransi perilaku tak berdasar hukum seperti ini, terutama kekerasan politik,” ujar Jaksa Agung AS Jeff Sessions dalam konferensi pers usai penangkapan tersebut, seperti dilansir Reuters, Sabtu (27/10).

Sayoc langsung dijatuhi lima dakwaan, termasuk transportasi dan pengiriman bahan peledak secara ilegal, mengancam mantan presiden, melakukan ancaman terhadap komunikasi antar negara bagian, dan menyerang petugas federal.

Jika terbukti bersalah, dia bisa dihukum penjara hingga 48 tahun.

Namun, Direktur FBI Christopher Wray menyatakan penangkapan ini tidak serta merta menghentikan teror yang terjadi.

"Kemungkinan masih ada paket-paket yang sedang transit dan belum sampai ke penerima," ungkapnya.

Salah seorang sumber Reuters menuturkan otoritas terkait sedang menyelidiki apakah ada pihak lain yang terlibat dan tidak menghapus kemungkinan ada penangkapan selanjutnya.

Menanggapi penangkapan ini, Trump menyatakan aksi terorisme seperti ini sangat tercela dan tidak dapat diterima di AS.

“Kita tidak boleh membiarkan kekerasan politik mengakar di AS, tidak boleh dibiarkan. Saya berkomitmen melakukan apapun dengan kekuasaan saya sebagai presiden untuk menghentikannya dan menghentikannya sekarang,” paparnya.

Melalui akun Facebook dan Twitter-nya, Sayoc terang-terangan tidak menyukai Partai Demokrat dan liberal AS. Dia juga mengunggah cuitan bernada anti George Soros, salah seorang donatur Partai Demokrat, dua hari sebelum mengirim bom ke kediamannya.

Catatan kriminalnya cukup panjang, termasuk kekerasan rumah tangga, pencurian, dan ancaman bom terhadap sebuah perusahaan listrik.

Sayoc setidaknya mengirim 14 paket berisi bom ke sejumlah figur penting AS yang dikenal sebagai kritikus Trump.

Selain Soros, beberapa nama lain penerima paket tersebut adalah mantan Presiden Barack Obama, mantan Wakil Presiden Joe Biden, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, mantan Jaksa Agung Eric Holder, aktor Robert De Niro, senator Maxine Waters, dan mantan Direktur CIA John Brennan.

Sumber : Reuters

Tag : amerika serikat, bom
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top