FBI Periksa Kantor Pos di Florida Terkait Rangkaian Paket Bom AS

FBI memeriksa fasilitas kantor pos di dekat Miami, Florida, AS dalam penyelidikan atas pengiriman 10 paket bom kepada sejumlah anggota Partai Demokrat, kritikus Presiden AS Donald Trump, dan mantan presiden AS.
Annisa Margrit | 26 Oktober 2018 10:43 WIB
Anggota tim penjinak bom dari Kepolisian New York, AS berjalan di luar gedung Time Warner Center di Manhattan setelah ada paket mencurigakan ditemukan di dalam kantor CNN di gedung tersebut, New York City, Rabu (24/10). - Reuters/Kevin Coombs

Bisnis.com, JAKARTA – FBI memeriksa fasilitas kantor pos di dekat Miami, Florida, AS dalam penyelidikan atas pengiriman 10 paket bom kepada sejumlah anggota Partai Demokrat, kritikus Presiden AS Donald Trump, dan mantan presiden AS.

Reuters melansir Jumat (26/10/2018), tim penyelidik meyakini bahwa paket-paket tersebut sempat melalui fasilitas US Postal Service, perusahaan pos milik Pemerintah AS.

Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Kirstjen Nielsen mengonfirmasi bahwa sebagian paket tersebut awalnya dikirim dari Florida.

“Beberapa paket dikirim menggunakan pos. Sebagian paket berasal dari Florida. Saya yakin pihak yang bertanggung jawan akan dibawa ke muka hukum,” ujarnya kepada Fox News.

Selain FBI, tim penjinak bom dari kepolisian setempat juga ikut dalam pemeriksaan di gudang penyimpanan paket tersebut, Kamis (25/10) waktu setempat.

Kesepuluh paket tersebut berhasil diamankan sebelum sampai di alamat tujuan dan tidak ada yang meledak. Otoritas terkait menilai bom-bom itu lebih ditujukan untuk menyebar ketakutan dan bukan untuk diledakkan.

Beberapa nama penerima paket adalah George Soros yang menjadi donatur Partai Demokrat, mantan Presiden Barack Obama, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, mantan Jaksa Agung Eric Holder, mantan Direktur CIA John Brennan, senator Maxine Waters, mantan Wakil Presiden Joe Biden, dan aktor Robert De Niro.

Seluruhnya dikenal sebagai kritikus atas kebijakan-kebijakan Trump.

Otoritas terkait menyampaikan kemungkinan masih ada paket yang belum ditemukan.

“Masih terbuka kemungkinan ada paket lagi yang sudah atau sedang dikirim,” ujar Asisten Direktur FBI William Sweeney.

Terkait hal ini, Trump menilai pengiriman paket-paket itu merupakan imbas dari berita bohong yang disampaikan media massa selama ini.

“Sebagian besar kemarahan yang kita lihat sekarang di masyarakat disebabkan oleh pemberitaan yang tidak akurat dan salah, yang disengaja, oleh media mainstream yang saya sebut sebagai Berita Bohong. Skalanya sudah sangat buruk sampai-sampai tidak bisa dideskripsikan. Media mainstream harus membersihkan aksinya, CEPAT!” ujarnya melalui Twitter.

Sumber : Reuters

Tag : amerika serikat, bom
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top