Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabareskrim: Pembawa Bendera Bersimbol Kalimat Tauhid Berstatus Terperiksa

Bareskrim Mabes Polri mengakui belum menetapkan US sebagai tersangka. US masih berstatus sebagai terperiksa terkait tindakannya membawa bendera yang mirip dengan yang selalu digunakan HTI dalam berbagai aktivitasnya.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 25 Oktober 2018  |  20:51 WIB
Kabareskrim Arief Sulistyanto saat masih berpangkat Irjen Pol - Antara
Kabareskrim Arief Sulistyanto saat masih berpangkat Irjen Pol - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Bareskrim Mabes Polri mengakui belum menetapkan US sebagai tersangka. US saat ini masih berstatus sebagai terperiksa terkait tindakannya membawa bendera yang mirip dengan yang selalu digunakan HTI dalam berbagai aktivitasnya.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Arief Sulistyanto mengungkapkan tim penyidik tengah mendalami motif pelaku membawa bendera ke Upacara Hari Santri Nasional di Garut beberapa hari lalu.

Dari hasil penyelidikan sementara menurut Arief, pelaku tengah berupaya untuk mengibarkan bendera tersebut di tengah-tengah acara Hari Santri Nasional.

"Saat ini status sementara pelaku masih sebagai terperiksa. Motif dia membawa bendera itu masih kami dalami sampai saat ini," tuturnya, Kamis (25/10/2018).

Arief menilai upacara Hari Santri Nasional yang diikuti 4.000 santri asal Garut tersebut memiliki tujuan sangat bagus untuk menjaga ukhuwah islamiyah dan memperkuat solidaritas menjaga NKRI. Namun, ujarnya, pelaku berencana mengibarkan bendera itu di tengah-tengah lapangan upacara.

"Sebenarnya acara ini bagus sekali. Tapi tiba-tiba muncullah pelaku yang berencana mengibarkan bendera di acara itu. Saat ini motif pelaku masih kami dalami," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut bendera bareskrim Hari Santri
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top