Gubernur Ridwan Kamil Prihatin, Setelah Neneng Kini Bupati Cirebon Dicokok KPK

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan jual beli jabatan.
Wisnu Wage Pamungkas | 25 Oktober 2018 11:32 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/JIBI/BISNIS - Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG - Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan jual beli jabatan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil [Emil] mengatakan pihaknya prihatin atas kejadian tersebut, terlebih baru sepekan lalu Bupati Bekasi Neneng Nurhasanah Yasin juga dicokok KPK terkait suap Meikarta. 

"Terus terang saya prihatin terhadap kasus semalam. Dalam seminggu ada dua kepala daerah di Jabar terkena OTT KPK," katanya di Prama Grand Preanger Hotel, Bandung, Kamis (25/10/2018). 

Saat melantik kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2018, menurutnya, sudah mengingatkan agar para kepala daerah dan juga aparatur sipil negara (ASN) selalu menjaga integritas. Jangan sampai memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

"Ini sebuah pelajaran, sekali lagi saya ingatkan kepada kepala daerah dan ASN tidak main-main di wilayah integritas. Kita fokus layani masyarakat jangan sampai ada niat mencari kekayaan," ujarnya.

Setelah Neneng dan Sunjaya ditangkap KPK, Emil meminta tidak ada lagi kepala daerah, termasuk ASN yang harus berurusan dengan KPK. 

"Mulai sekarang sudahlah, modus-modus berhentikan, fokus kerja saja. Supaya tidak ada lagi masalah ini di sebuah provinsi yang namanya Jabar, jadi saya sangat prihatin. Berharap kita maju bersama pemimpin-pemimpin yang punya integritas," ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya, KPK menangkap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra. Dia terkena OTT KPK dengan dugaan transaksi lebih dari Rp1 miliar. 

 

 

Tag : ridwan kamil, OTT KPK
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top