Sebut Politikus Sontoloyo, Jokowi Tak Ingin Rakyat Dikadali

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut politikus sontoloyo semata-mata tidak ingin warga Indonesia dibohongi dengan pernyataan menipu oleh sejumlah pihak.
Jaffry Prabu Prakoso | 25 Oktober 2018 19:52 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyapa wartawan usai pertemuan dengan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Hotel Santika, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10/2018). - ANTARA/Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut politikus sontoloyo semata-mata tidak ingin warga Indonesia dibohongi dengan pernyataan menipu oleh sejumlah pihak.

Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Erick Thohir mengatakan bahwa saat ini banyak lawan politiknya yang membuat pernyataan tanpa fakta dan data. Ini tentu bisa membingungkan rakyat.

“Ketika isu PKI diangkat, berapa tahun dia harus dizolimi dibilang PKI? Ini contoh. Berapa tahun dia dizolimin dibilang anti silam? Berapa tahun dia dizolimin dibilang ini pendukung asing,”katanya di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Erick menjelaskan bahwa sebagai manusia biasa tentu Jokowi ingin menyampaikan diri. Akan tetapi bukan berarti kata sontoloyo karena presiden keceplosan.

Sebelumnya Jokowi menyinggung dana kelurahan yang ramai diperbincangkan publik saat membagikan 5.000 sertifikat tanah untuk warga di Lapangan Bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Dia menuturkan bahwa beberapa orang memanfaatkan kebijakan ini yang mengaitkannya dengan politik. Padahal, dana kelurahan sama halnya dana desa yang telah dibagikan selama ini.

Presiden kemudian meminta masyarakat berhati-hati karena ada politikus yang pandai memanfaatkan celah ini. Di situ Jokowi menerjemahkan ada banyak politikus baik-baik ada juga yang sontoloyo.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top