Presiden Jokowi: Parpol Jangan Tunggu Rakyat Datang

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan partai politik jangan hanya duduk di balik meja menunggu rakyat datang.
Yodie Hardiyan | 21 Oktober 2018 17:30 WIB
Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto (ketiga kiri) didampingi pengurus partai Golkar menghadiri Rakornis Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar 2018 di Jakarta, Sabtu (20/10/2018). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan partai politik jangan hanya duduk di balik meja menunggu rakyat datang.

Sebaliknya, partai politik harus turun ke tengah-tengah masyarakat . Pernyataan itu disampaikan Presiden di hadapan para hadirin di acara hari ulang tahun (HUT) ke-54 Partai Golkar di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (21/10/2018).

"Kita jangan hanya duduk di balik meja menunggu rakyat datang, melainkan kita harus turun ke tengah-tengah rakyat menemui mereka," kata Presiden di hadapan hadirin yang sebagian besar merupakan kader Partai Golkar.

Jokowi  mengatakan partai politik jangan hanya memaksa rakyat mendengar melainkan partai politik harus mendengar aspirasi, keluhan, keinginan dan kebutuhan rakyat.

"Jangan hanya pas mau pilpres (pemilihan presiden), pas mau pileg (pemilihan legislatif) deket-deket dengan rakyat. Hati-hati, sekarang masyarakat melihat itu. Kita juga jangan hanya berdiri di depan rakyat, melainkan kita juga harus benar-benar duduk bersama rakyat," kata Presiden.

Di samping itu, Jokowi menyatakan tantangan terberat partai politik pada saat ini adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Saya perlu mengingatkan, bahwa tantangan ke depan partai politik akan semakin berat, terutama tugas mengembalikan kepercayaan, mengembalikan trust masyarakat, mengembalikan kepercayaan masyarakat ke partai politik, pada proses politik, pada keluhuran politik," kata Presiden.

Presiden mengatakan tantangan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik adalah sebuah pekerjaan besar. Hal tersebut, menurutnya, tidak akan terjadi kalau para politikus masih mengisi ruang-ruang publik dengan caci maci, saling mencela, saling fitnah, dan adu hoaks.

"Semua itu justru semakin memperlebar jarak antar rakyat dengan partai politik. Ini hati-hati, karena itu kita harus menjaga betul kepercayaan yang ada," kata Presiden.

Acara perayaan HUT ke-54 Partai Golkar itu dihadiri oleh sejumlah ketua umum partai politik pengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019. Mereka antara lain Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan sebagainya.

Tag : jokowi, partai golkar
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top