Ini Penjelasan BMKG Tentang Gempabumi Tektonik 6,4 SR di Situbondo

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan gempa di Situbondo yang mengguncang wilayah Jawa Timur dan Pulau Bali tidak berpotensi tsunami.
Saeno | 11 Oktober 2018 11:37 WIB
Peta kegempaan di Situbondo - bmkg

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan gempa di Situbondo yang mengguncang wilayah Jawa Timur dan Pulau Bali tidak berpotensi tsunami.

Dalam keterangan resminya, Kamis (11/10/2018), BMKG menyebutkan gempa yang terjadi pukul 01.44.57 WIB di wilayah timur laut Situbondo merupakan gempa tektonik di laut.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa ini berkekuatan M=6,4. Selanjutnya setelah pengolahan dilengkapi dengan data gempa hasil catatan dari 156 sensor seismik diperoleh magnitudo hasil pemutakhiran menjadi berkekuatan M=6,0," ujar keterangan BMKG yang ditandatangani Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Ir. MUHAMAD SADLY, M.Eng. atas nama Kepala BMKG.

Dijelaskan BMKG bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 7,46 LS dan 114,44 BT. Episenter ini berlokasi di laut pada jarak 56 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, pada kedalaman 12 km.

BMKG menggolong gempar tersebut sebagai gempa dangkal yang disebabkan aktivitas sesar lokal di dasar laut. "Hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh adanya deformasi batuan kerak dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault)."

Disebutkan BMKG berdasar mekanisme sumber yang terjadi dan arah jurus sesar (strike) gempa ini tampak ada kemiripan mekanisme sumber dengan gempa-gempa terjadi di utara Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores.

BMKG masih mengkaji apakah gempaSitubondo memiliki kaitan langsung dengan aktivitas Sesar Naik Flores.

Seismisitas Rendah

BMKG menyebutkan berdasarkan peta seismisitas dan sejarah kegempannya, zona ini merupakan kawasan seismisitas rendah (low seismicity). "Sehingga aktivitas gempa ini sangat menarik bagi para ahli kebumian terkait kajian gempa dan identifikasi sesar aktif baru."

Sementara itu guncangan gempabumi Situbondo dilaporkan dirasakan di Pulau Madura, Jawa Timur, dan Bali.

"Di Pulau Sapudi dan Kalianget Kabupaten Sumenep guncangan gempa dirasakan dalam skala intensitas IV-V MMI. Di Situbondo, Banyuwangi, dan Jembrana Bali Barat gempa dirasakan dalam skala intensitas III-IV MMI, Sedangkan di Denpasar, Kuta, dan Nusa Dua dirasakan dalam skala intensitas III MMI," tulis BMKG.

Terkait korban, BMKG menyebutkan gempa Situbondo dilaporkan menimbulkan kerusakan beberapa rumah di Pulau Sapudi. Rumah-rumah yang mengalami kerusakan tidak memiliki struktur yang tahan goncangan gempabumi.

Hingga pukul 05.30 WIB dilaporkan dampak gempa berupa kerusakan.

"Banyak bangunan rumah terjadi di Kecamatan Bluto, Kecamatan Kalianget, Kecamatan Batang-Batang, dan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Selain itu kerusakan beberapa rumah juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali Barat. Sementara Candi Bentar yang terdapat di Jembrana, juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa ini," tulis BMKG.

Gempa ini juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa 3 orang meninggal dunia di Dusun Jambusok Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep.

Sedangkan berdasar hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Terkait gempa susulan, hingga pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terjadi 14 aktivitas gempa susulan (aftershock). "Gempa susulan paling kuat terjadi pada pukul 2.22 WIB dengan kekuatani M=3,5 dan gempa susulan paling lemah terjadi pada pukul 3,13 WIB dengan kekuatan M=2,4."

BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber : bmkg

Tag : gempa, bmkg, situbondo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top