British Council Apresiasi Difabel Lewat Festival Bebas Batas

PS: Foto Direktur British Council ada di JIBI. Terima kasih.Bisnis.com, JAKARTA -- Bersamaan dengan momentum Asian Para Games 2018, British Council merayakan keberagaman dengan membuat kegiatan khususnya bagi kaum difabel mengikuti Festival Bebas Batas.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 09 Oktober 2018 16:52 WIB
Regional Director British Council East Asia Mark Walker (kiri) didampingi Direktur British Council Indonesia Paul Smith memberikan penjelasan mengenai program bantuan pendidikan British Council IELTS Prize 2017 kepada dua mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studi ke luar negeri, di Jakarta, Kamis (6/7). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Bersamaan dengan momentum Asian Para Games 2018, British Council merayakan keberagaman dengan membuat kegiatan khususnya bagi kaum difabel mengikuti Festival Bebas Batas.

Direktur British Council Indonesia Paul Smith mengatakan pada Festival UK/ID 2018 dengan tema Festival Bebas Batas bisa menjadi kegiatan yang memberikan kesempatan kepada semua karakter dan kemampuan untuk bisa tampil dan berkolaborasi. Adapun fokus utama dari festival ini adalah apresiasi pada kaum difabel.

"Jadi bagaimana mengkolaborasikan dua budaya ini. Festival UK/ID itu sebuah upaya membangun hubungan dua negara. Jadi nantinya ada instalasi seni misalnya uang mengapresiasi kreativitas kedua negara," terang Paul di Hotel Morrisey, Selasa (9/10/2018).

Dia menyebut Indonesia memang salah satu negara dengan keberagaman yang hampir sama dengan Inggris. Indonesia juga memiliki banyak karya lintas bentuk yang sangat laku di pasar internasional. Hal itu terlihat dari perhelatan London Book Fair Festival yang mengundang banyak penulis, penerbit, dan pegiat literasi asal Indonesia. Menurut Paul, Festival Bebas Batas mengajak para peserta melampaui batas.

Hana Madness, Founder Art Brut, mengatakan Festival Bebas Batas tahun ini memang ingin merayakan keberagaman individu. Hana berharap festival ini bisa menjadi ajang mengapresiasi karya kaum difabel yang sangat beragam di bidang seni rupa, seni lukis, seni tari, hingga seni musik.

"Fokus kita memang menonjolkan high quality dari disability. Kita ingin merayakannyaada festival ini," tutur Hana.

Festival Bebas Batas merupakan festival untuk difabel di Indonesia yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Galeri Nasional, dan Art Brut. Festival ini terinpirasi dari Unlimited Festival di Inggris.

Tag : british council
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top