Temui Presiden Jokowi, Wakil PM Malaysia Bahas Pendidikan Anak TKI Sampai Peningkatan Keamanan

Pemimpin Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mengintensifkan komunikasi di antara para pemimpin kedua negara. Dengan komunikasi yang baik, jika terjadi masalah maka akan lebih mudah menyelesaikannya.
Yodie Hardiyan | 09 Oktober 2018 13:07 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Wan Azizah Wan Ismail di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10/2018). - Antara/Desca Lidya Natalia

Bisnis.com, BOGOR --- Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10/2018).

Pertemuan ini merupakan yang pertama Wan Azizah sebagai Wakil PM Malaysia dengan Presiden Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mengikuti pertemuan itu mengatakan kunjungan Wakil PM Malaysia ini merupakan kunjungan perkenalan.

"Nah di dalam perbincangan tadi intinya adalah sebagai negara paling dekat, tetangga dekat, serumpun maka pemimpin Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mengintensifkan komunikasi di antara para pemimpin kedua negara, karena dengan komunikasi yang baik jika terjadi masalah maka akan lebih mudah menyelesaikan masalah tersebut," kata Retno di Istana Kepresidenan Bogor.

Menurut Menlu, kedua pemimpin mengatakan hubungan Indonesia dan Malaysia sangat baik dan perlu terus ditingkatkan. Dalam kesempatan itu, sama seperti ketika bertemu pejabat negara Malaysia lainnya, Presiden menitipkan warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia.

Retno mengatakan kedua pemimpin negara itu juga membahas mengenai anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Di Sabah dan Sarawak, Indonesia sudah memiliki sekolah untuk anak TKI (community learning centre), namun fasilitas yang sama belum ada di wilayah Semenanjung Malaysia.

"Indonesia meminta agar community learning centre juga dapat dibentuk atau ada di Semenanjung karena jumlah anak Indonesia yang tinggal di sana cukup banyak," kata Retno.

Di samping itu, Presiden menyatakan supaya kerja sama peningkatan keamanan di wilayah perairan ditingkatkan. Presiden meminta perhatian otoritas Malaysia untuk meningkatkan kerja sama dalam menjaga keamanan di wilayah perairan masing-masing.

Di samping itu, ujar Retno, Wakil PM Malaysia juga menyatakan sejumlah hal seperti pentingnya kerjasama penanggulangan terorisme dengan cara pertukaran informasi intelijen.

Kunjungan pejabat negara Malaysia ke Istana Kepresidenan ini merupakan yang ketiga dalam 5 bulan terakhir 2018.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad menemui Presiden Jokowi pada Juni 2018. Selanjutnya, Pemimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia Anwar Ibrahim menemui Presiden Jokowi pada Agustus 2018.

Kedua pertemuan itu juga berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor. Anwar adalah suami Wan Azizah.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top