Kapal Laut Riset Dikirim ke Palu Pelajari Pemicu Tsunami

Multibeam echosounder yang dimiliki kapal Baruna Jaya I menjangkau kedalaman kurang lebih dari 11.000 meter.
Newswire | 04 Oktober 2018 11:34 WIB
Kapal Riset Baruna Jaya I

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mengirimkan Kapal Riset Baruna Jaya I ke perairan Palu dan Donggala guna mendeteksi morfologi laut setempat serta mengetahui dan mempelajari fenomena bawah air pascagempa dan tsunami, Jumat (28/9).

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza di Jakarta, Kamis (4/10/2018), mengatakan Baruna Jaya I yang beroperasi sejak 1989 dilengkapi perangkat multibeam echosounder untuk Survei Batimetri, untuk mengetahui morfologi perairan Palu dan Donggala.

Alat itu, menurut dia, membantu menentukan profil permukaan dasar laut dan kedalaman air dengan cakupan area dasar laut yang luas.

"Multibeam echosounder yang dimiliki kapal Baruna Jaya I menjangkau kedalaman kurang lebih dari 11.000 meter yang mana belum ada kapal-kapal riset di Indonesia yang memiliki kemampuan pemetaan dasar laut dari kedalaman dangkal 20 meter hingga kedalaman tersebut," lanjutnya.

Ia mengatakan operasi yang dimotori oleh Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) itu selain memiliki misi penelitian, juga membawa Teknologi Air Siap Minum untuk menyediakan air bersih dan air siap minum kepada korban bencana di Kota Palu dan Donggala.

Teknologi Arsinum sebelumnya diterapkan untuk membantu korban bencana gempa di Lombok Utara.

Terbukti selama pengoperasian alat tersebut, sejak 9 September 2018 telah menghasilkan sekitar 65.000 liter air siap minum, yang aman dikonsumsi oleh korban gempa.

Bahkan, teknologi itu ada yang sifatnya bergerak, dipasang pada mobil berkabin ganda, sehingga mampu menembus wilayah terdampak bencana dan menyediakan kebutuhan air bersih dan air siap minum.

"BPPT bawa teknologi Arsinum ini ke wilayah bencana Palu dan Donggala dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya I milik BPPT," ujar Hammam.

Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT melakukan operasi Survey Bakti Teknologi dan Bakti Sosial, dimulai Rabu (3/10) hingga dua pekan ke depan. Angkat sauh dari Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sumber : Antara

Tag : Gempa Palu
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top