Dampak Gempa Palu: 7 Gardu Listirik, 2 Pelabuhan, 3 Bandara, Jaringan Telepon Rusak

Gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Gempa memicu gelombang tsunami setinggi 0,5-3 meter. Begini dampak yang ditimbulkan oleh bencana itu.
Denis Riantiza Meilanova | 29 September 2018 14:00 WIB
Sejumlah kerusakan akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). - ANTARA FOTO/BNPB/pras

Bisnis.com, JAKARTA - Gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Gempa memicu gelombang tsunami setinggi 0,5-3 meter. Begini dampak yang ditimbulkan oleh bencana itu.

Data sementara, sebanyak 48 orang meninggal dunia dan 365 orang mengalami luka-luka, dan ribuan rumah dan bangunan mengalami kerusakan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat jaringan komunikasi dan listrik di Palu dan Donggala mengalami kelumpuhan. Berikut dampak gempa dan tsunami yang berhasil dihimpun BNPB:

1. Kerusakan Bangunan

Kepala Pusat Data dan Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan berbagai bangunan, mulai rumah, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bangunan lainnya ambruk sebagian atau seluruhnya.

Dia menyebutkan pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura di Jalan Emy Saelan ambruk; Hotel Roa-Roa berlantai delapan yang berada di Jalan Pattimura rata dengan tanah. Di hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang terisi oleh tamu hotel yang menginap.

Kemudin arena festival Pesona Palu Nomoni, puluhan hingga seratusan orang pengisi acara, sebagian merupakan para penari, belum diketahui nasibnya; Rumah Sakit Anutapura berlantai empat, di Kota Palu roboh; Jembatan Ponulele yang menghubungkan antara Donggala Barat dan Donggala Timur roboh, jembatan yang menjadi ikon wisata Kota Palu roboh setelah diterjang gelombang Tsunami; Jalur trans Palu-Poso-Makassar tertutup longsor.

"Diperkirakan puluhan hingga ratusan orang belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan," kata Sutopo dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

2. Jaringan Listrik dan Komunikasi Lumpuh

Sebanyak 7 gardu induk PLN padam usai gempa mengguncang Sulawesi Tengah, khususnya di Palu dan Donggala. Saat ini, baru 2 gardu induk yang bisa dihidupkan kembali.

Sutopo menyebutkan jaringan komunikasi di Donggala, Palu, dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus. Terdapat 276 base station yang tidak dapat digunakan.

3. Kerusakan Bandara dan Pelabuhan

Sejumlah bandara dan pelabuhan juga dilaporkan mengalami kerusakan dan sebagian tidak bisa beroperasi.Bandara yang mengalami kerusakan antara lain, Bandara Mamuju dan Bandara Luwuk Bangai, namun masih bisa berfungsi.

Sementara itu Bandara Palu ditutup hingga nanti malam pukul 19.20 WITA dengan catatan tidak terjadi gempa atau tsunami lagi. Landasan Pacu 500 meter dari 2.500 meter Bandara Palu retak akibat gempa. Landas pacu yang tersisa sepanjang 2.000 meter tersebut tidak dapat didarati pesawat jet berukuran besar, seperti Boeing 747 dan sejenisnya.

Bandara Toli-Toli dan Poso dilaporkan dalam kondisi normal.

Sedangkan Pelabuhan Pantoloan (Kota Palu) dilaporkan rusak paling parah. Quay crane (kran peti kemas) yang biasanya digunakan untuk bongkar muat peti kemas roboh; Pelabuhan Wani bangunan dan dermaga mengalami kerusakan. KM Sabuk Nusantara 39 terhempas tsunami ke daratan sejauh 70 meter dari dermaga.

Sementara itu, Pelabuhan Ampana, Pelabuhan Luwuk, Pelabuhan Belang-belang, Pelabuhan Majene kondisi baik dan tidak ada kerusakan akibat gempa.

Sutopo menganjurkan agar warga sementara ini tidak melakukan aktivitas di dalam rumah karena diperkirakan masih akan ada potensi gempa susulan.

Adapun saat ini sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain, perbaikan listrik, perbaikan jalur komunikasi, makanan siap saji, makanan bayi dan anak, tenda,terpal, selimut, veltbed, rumah sakit lapangan, tenaga medis, obat-obatan, dan air bersih.

Tag : gempa, Gempa Palu
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top