Inggris Tawarkan Pinjaman untuk Reaktivasi Jalur Kereta Jabar

Inggris menawarkan dana pinjaman pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna membiayai proyek reaktivasi empat jalur kereta di Jawa Barat.
Wisnu Wage Pamungkas | 27 September 2018 15:01 WIB
Kereta api keluar dari Stasiun Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9). PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana mereaktivasi empat jalur kereta api di Jawa Barat yakni rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari. - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, BANDUNG — Inggris menawarkan dana pinjaman pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna membiayai proyek reaktivasi empat jalur kereta di Jawa Barat.
 
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menawarkan bantuan pendanaan kepada provinsi tersebut untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur. 
 
“Bunganya kecil tapi dalam rupiah, bukan poundsterling, rate-nya sangat murah sehingga ini pasti diminati BUMN. Supaya pembiayaan empat jalur [KA] saya bilang, 'sudah ke Inggris saja',” ungkapnya di Gedung Sate, Bandung, Kamis (27/9/2018).
 
Menurut Emil--panggilan akrabnya, Malik akan menemui Direktur Utama (Dirut) PT KAI Edi Sukmoro untuk menawarkan langsung pembiayaan infrastruktur murah tersebut. Dia menilai tawaran ini penting diarahkan untuk proyek tersebut karena KAI butuh anggaran besar.

“Kami fokus pada konektivitas, jalan tol, jalan kereta, airport. KAI kan operatornya, duitnya dari mana?” tanya Emil.
 
Meski nilai yang ditawarkan belum spesifik disebutkan, tapi pihaknya meyakini Inggris bisa menyediakan angka triliunan untuk membiayai reaktivasi rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

“Saya belum tahu, yang pasti triliunan,” ujarnya.
 
Meski nilai tukar rupiah masih fluktuatif dan Indonesia akan memasuki Tahun Politik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar optimistis Inggris maupun swasta masih memiliki minat untuk menggelontorkan modal. Apalagi, proyek infrastruktur yang ditawarkan pemerintah bersifat jangka panjang. 

Berdasarkan pertemuan dengan Malik, Pemprov Jabar memandang Inggris tetap memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk berinvestasi dalam jangka panjang di Indonesia, khususnya Jabar.
 
Di tempat yang sama, Malik memastikan pihaknya mendukung kemajuan di bidang infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah. Di saat yang sama, Inggris memiliki tawaran modal keuangan infrastruktur hingga pengembangan desain infrastruktur.

“Kami ada banyak ketertarikan,” ucapnya.
 
Ketertarikan paling utama adalah pembiayaan atas reaktivasi empat jalur kereta di Jabar dan proyek pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) di Bandung Raya. Namun, tidak disebutkan berapa besar dana yang siap dikucurkan.

Rencananya, Malik akan bertemu dengan Dirut KAI pada sore ini.

Soal LRT, Moazzam memastikan pihaknya memiliki pengalaman mumpuni dalam membangun moda transportasi tersebut. Dia menambahkan Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang bagus.
 
Tahun Politik juga diklaim tidak membuat para pengusaha dan Pemerintah Inggris mengurangi minat investasi ke Indonesia. Alasannya, ada sejumlah indikator positif yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi favorit, di antaranya angka pembangunan ekonomi yang bagus dan inflasi yang rendah. 
 
Sebelumnya, KAI mengaku sudah membicarakan rencana reaktivasi jalur kereta api ini dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Proyek ini membutuhkan dukungan Pemprov Jabar mengingat niatan tersebut sudah terkatung-katung bertahun-tahun.

KAI akan fokus dalam penertiban lahan dan penyiapan operasional, sesuai porsi perusahaan pelat merah itu. 

Tag : kereta api, investasi asing
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top