Trump Buka Peluang Bertemu Maduro di New York

Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan bertemu dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di New York, AS.
Annisa Margrit | 27 September 2018 09:45 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato di Sidang Majelis Umum ke-73 PBB di New York, Selasa (25/9). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan bertemu dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di New York, AS.
 
Maduro sedang menuju New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (26/9/2018) waktu setempat. Padahal, sebelumnya dia mengatakan tidak akan datang karena ada pihak-pihak yang berupaya membunuhnya.
 
"Saya tentu terbuka dengan kemungkinan itu, saya siap bertemu dengan siapa saja," ujar Trump, seperti dilansir Reuters, Kamis (27/9).
 
Dia melanjutkan AS akan mengurus Venezuela. Jika Maduro datang dan ingin bertemu, lanjut Trump, maka dia akan menerimanya meski sebenarnya hal itu tidak masuk dalam rencananya.
 
Dia menambahkan semua opsi tersedia untuk membantu Venezuela mengatasi krisis ekonomi dan politik yang sedang terjadi. 
 
Adapun Maduro dijadwalkan berbicara di depan anggota PBB lainnya. 
 
"Saya mendarat di New York untuk mempertahankan kebenaran atas Venezuela, untuk membawa suara dari Tanah Air kami," tuturnya dalam video yang diunggah di Twitter. 
 
Dalam video itu, terlihat Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di pesawat kepresidenan. Hubungan AS dan Venezuela memburuk seiring jatuhnya ekonomi negara Amerika Selatan itu.
 
Pemerintahan Trump menuding Pemerintah Venezuela tidak mampu mengontrol nilai tukarnya, ceroboh dalam mencetak uang, dan pengelolaan pemerintahan yang buruk. IMF memperkirakan inflasi di negara tersebut dapat menembus 1.000.000% pada tahun ini.
 
Namun, Maduro balik menuduh AS menyabotase pemerintahannya dengan memicu krisis ekonomi.
 
Situasi yang tidak stabil membuat banyak warga Venezuela memilih meninggalkan negaranya dan menuju negara tetangga untuk mencari pekerjaan. 

Sumber : Reuters

Tag : nicolas maduro, Donald Trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top