Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Idap Penyakit Serius, Presiden Vietnam Meninggal Dunia

Quang meninggal di usia 61 tahun. Dia diangkat menjadi presiden pada April 2016 setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keamanan Publik--yang memiliki kewenangan intelijen.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 21 September 2018  |  13:00 WIB
Idap Penyakit Serius, Presiden Vietnam Meninggal Dunia
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Vietnam Tran Dai Quang, di istana kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa (11/09/2018). - Reuters/Bullit Marquez

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Vietnam Tran Dai Quang meninggal dunia karena sakit parah, Jumat (21/9/2018).
 
Kabar itu diumumkan oleh stasiun televisi dan radio Pemerintah Vietnam. 
 
"Presiden Quang meninggal dunia di rumah sakit militer di Hanoi karena penyakit serius meski sudah ditangani oleh dokter serta profesor dari dalam dan luar negeri," demikian dilaporkan Vietnam Television, seperti dilansir dari Reuters.
 
Quang meninggal di usia 61 tahun. Dia diangkat menjadi presiden pada April 2016 setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keamanan Publik--yang memiliki kewenangan intelijen.
 
Quang juga pernah menjadi anggota Politburo Vietnam, sebuah badan yang sangat berkuasa di negara itu. 
 
Rumor tentang kondisi Quang dan penyakitnya sudah beredar di media sosial selama beberapa bulan terakhir. Namun, tidak dijelaskan penyakit apa yang sebenarnya dideritanya.
 
Salah satu penampilan publik terakhirnya adalah ketika dia menerima Presiden RI Joko Widodo di Hanoi pada Selasa (11/9). Saat itu, Jokowi bertandang ke Vietnam untuk menghadiri World Economic Forum Asean di kota tersebut.
 
Ketika itu, Quang sudah terlihat kurang sehat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vietnam

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top