Antara Erick, Sandi, Bamsoet, dan Pilpres Damai

Keinginan Erick Thohir untuk berpelukan dengan Sandiaga Salahudddin Uno akhirnya terkabul dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dirinya diumumkan sebagai ketua Tim Kampanye Nasional pasangan capres Joko Widodo--Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf).
John Andhi Oktaveri | 10 September 2018 05:55 WIB
Bakal Calon Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bertumpu tangan dengan Bakal Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan), Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) dan pengusaha Erick Thohir usai memberikan keterangan terkait formasi tim sukses kampanye nasional Pilpres 2019 di Jakarta, Jumat (7/9/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Bisnis.com, JAKARTA -- Keinginan Erick Thohir untuk berpelukan dengan Sandiaga Salahudddin Uno akhirnya terkabul dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dirinya diumumkan sebagai ketua Tim Kampanye Nasional pasangan capres Joko Widodo--Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf).
Keduanya bertemu dan berpelukan saat menghadiri akad nikah putra Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (8/9). Sandi saat ini menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto. Sedangkan Erick dipercaya memimpin sebuh tim untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf.
Adapun momen Erick dan Sandi bersalaman dan berpelukan berlangsung tak lama. Erick yang hendak meninggalkan rumah dinas Ketua DPR berpapasan dengan Sandi yang baru saja tiba.
Keduanya lantas bersalaman, ngobrol sebentar dan berpelukan. Momen itu seolah menjawab harapan Erick yang saat menyampaikan pidato pertama sebagai ketua TKN Jokowi – Ma’ruf, Jumat (7/9) mengaku ingin berpelukan dengan Sandi.
Erick Thohir, Sandiaga Uno, Muhamad Lutfi (mantan Menteri Perdagangan serta mantan Dubes Jepang) dan Wisnu Wardhana (mantan ketua Timses SBY pada pemilu 2014) memang merupakan empat sahabat lama yang membangun Group Mahaka plus Rosan Roeslani yang kini menjabat ketua Umum Kadin Indonesia.
“Rosan dan Keempatnya Juga sama seperti saya. Sama-sama tumbuh dan berkembang di organisasi pengusaha muda HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia),” kata Bamsoet kepada wartawan.
Bamsoet kemudian bercerita mengenai perjalanan persahabatan di antara mereka. Selain menggeluti usaha atau bisnis masing-masing, satu sama lain selalu berinteraksi dengan kekuasaan, partai politik dan politik praktis, kata Bamsoet.
Interaksi dan hubungan itu terutama dengan senior-senior kami yang lebih dahulu mapan di bisnis dan dunia politik seperti Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Abdul Latief, dan sejumlah nama beken lainnya termasuk Airlangga Hartarto dan Presiden Joko Widodo yang dulu juga anggota HIPMI.
"Begitulah. Jadi, sejak lama kami semua yang aktif di HIPMI paham sekali bagaimana itu permainan politik dan bagaimana kita sebagai pengusaha biasa memainkannya untuk memperkuat jaringan dan kekuatan, " katanya.
"Tapi, satu hal yang selalu menjadi pakem kami di dunia bisnis adalah menghindari konflik dan pantang benturan Kami selalu menyelesaikan dengan lobi dan win win solution dalam setiap konflik dan masalah. Karena kami meyakini, tidak ada yang diuntungkan jika kita menonjolkan ego dan memakai cara keras-kerasan," kata Bamsoet.
Jadi, kata Bamsoet lagi, ketika Jokowi menunjuk Erick Thohir sebagai ujung tombak timses pemenangan Pilpres dan Walpres Jokowi-Ma’ruf Amin dirinya merasa lega.
“Sebagai ketua DPR RI saya berkepentingan kontestasi Pilpres 2019 nanti berlangsung aman dan damai. Saya yakin Erick dan Sandi akan mengutamakan politik santun serta menghindari benturan dan konflik sebagaimana pakem jati diri mereka sebagai pengusaha.” kata Bamsoet mengakhiri kisahnya.
Tag : Pilpres 2019
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top