Pasang Iklan Baru, Saham Nike Malah Jatuh

Tidak hanya banyak konsumen yang membakar sepatu Nike mereka dan menyerukan boikot atas merek perlengkapan olahraga itu, tapi sejumlah investor juga ternyata melepas saham Nike yang mereka punya. 
Annisa Margrit | 05 September 2018 08:37 WIB
Colin Kaepernick (tengah) berlutut bersama rekan-rekan sesama pemain San Francisco 49ers ketika mendengarkan lagu kebangsaan AS dimainkan sebelum pertandingan NFL di Santa Clara, California pada Oktober 2016. - Kirby Lee via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemilihan pemain American football Colin Kaepernick oleh Nike sebagai wajah iklan terbaru mereka ternyata menuai reaksi yang keras dari pasar.
 
Tidak hanya banyak konsumen yang membakar sepatu Nike mereka dan menyerukan boikot atas merek perlengkapan olahraga itu, tapi sejumlah investor juga ternyata melepas saham Nike yang mereka punya. 
 
Dalam iklan terbaru itu, Nike memajang wajah Kaepernick dan menuliskan kalimat: "Believe in something. Even if it means sacrifising everything."
 
Artinya kurang lebih: Percayalah pada sesuatu. Meskipun itu berarti mengorbankan segalanya. 
 
Kaepernick adalah tokoh sentral yang menjadi kontroversi karena berlutut ketika lagu kebangsaan AS dimainkan sebelum sebuah pertandingan pada 2016. Dia berlutut sebagai bentuk protes atas banyaknya penembakan dan kekerasan terhadap warga kulit hitam oleh polisi di AS.
 
Aksi Kaepernick yang diikuti sejumlah koleganya itu mendapat kritikan dari Presiden AS Donald Trump yang menyebut mereka tidak sopan serta tidak berterima kasih.
 
Setelah iklan tersebut dirilis pada Senin (3/9/2018) waktu setempat, Reuters melansir saham Nike langsung jatuh 4% pada perdagangan sehari setelahnya dan ditutup turun 3,2%. 
 
Ajakan boikot marak disampaikan di media sosial. Tercatat ada 2,7 juta mention terhadap Nike dalam 24 jam, naik 135% dibandingkan pekan sebelumnya.

Beberapa orang mengunggah foto atau video yang menunjukkan pembakaran atas sepatu Nike mereka atau menggunting kaus kaki dengan merek tersebut.
 
Usai mempertahankan aksinya untuk berlutut, Kaepernick tidak bisa menemukan tim yang mau menerimanya hingga sekarang. 
 
CEO perusahaan strategi konsultan Vivaldi Erich Joachimsthaler menilai langkah ini merupakan hal yang menguntungkan untuk Nike karena mampu menegaskan kembali keberadaan merek tersebut. Namun, kontroversi ini bisa menjadi alasan bagi para investor untuk menjual saham yang sudah overvaluasi.
 
Adapun penasihat senior di perusahaan riset pasar NPD Group Matt Powell memperkirakan boikot itu akan lenyap dengan segera.
 
"Pria kulit putih tua yang marah bukanlah demografi inti Nike," ujarnya.
 
Sementara itu, Trump mengomentari iklan tersebut dan menyebutnya sebagai keputusan yang buruk. 
 
National Football League (NFL), yang mendapat tekanan dari Trump dan memerintahkan para pemain untuk tidak berlutut ketika lagu kebangsaan dimainkan, justru memberikan pujian kepada Kaepernick.
 
"Masalah keadilan sosial yang diangkat Colin dan para atlet profesional lainnya pantas mendapat perhatian dan aksi kita," ujar Executive Vice President Communication and Public Affairs NFL Jocelyn Moore.
 
Nike sudah mensponsori Kaepernick sejak 2011 dan menyatakan dia akan menjadi salah satu talent iklan dari kampanye pemasaran mereka yang merayakan ulang tahun ke-30 slogan Just Do It.

Selain dia, ada sejumlah atlet lain yang turut serta dalam kampanye ini, salah satunya petenis Serena Williams. 

Sumber : Reuters

Tag : nike
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top