APBD Defisit Rp1 Triliun, Ekonomi Riau Diyakini masih Tumbuh 2,8%

Meski APBD Riau diperkirakan mengalami defisit sampai Rp1 triliun, Bank Indonesia perwakilan Riau tetap meyakini ekonomi daerahnya tumbuh lebih baik ke posisi 2,8%.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 30 Agustus 2018  |  17:48 WIB
APBD Defisit Rp1 Triliun, Ekonomi Riau Diyakini masih Tumbuh 2,8%
Kantor Gubernur Riau - Istimewa
Bisnis.com, PEKANBARU - Meski anggaran pendapatan dan belanja daearh (APBD) Riau diperkirakan mengalami defisit sampai Rp1 triliun, Bank Indonesia perwakilan Riau tetap meyakini ekonomi daerahnya tumbuh lebih baik ke posisi 2,8%.
 
Data BPS Riau menunjukkan ekonomi Riau triwulan II/2018 hanya sebesar 2,38% atau lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 2,49%.
 
Jonataruli Sidabalok, Manajer Fungsi Data Statistik Ekonomi dan Keuangan BI Riau,   mengakui memang saat ini anggaran daerah Provinsi Riau mengalami penurunan.
 
"Pengaruh [defisit anggaran] tentu ekonomi Riau akan tetap tumbuh walau melambat, tapi kami nilai kondisinya bisa diantisipasi dengan stabilnya harga komoditas," katanya dalam kegiatan Temu Responden 2018, Kamis (30/8/2018).
 
Beberapa faktor pendorong akan membaiknya ekonomi daerah Riau kata dia yaitu produktivitas kelapa sawit yang saat ini berada dalam puncaknya.
 
Dari data responden BI di sektor perkebunan sawit, saat ini adalah puncak produksi sawit, karena memang terjadi siklusnya dalam empat tahunan.
 
Sehingga dengan bertambahnya produksi sawit Riau di tahun ini, diyakini bisa menjaga ekonomi daerah tidak terpuruk lebih dalam, meski sekarang harga jual sawit tidak sebaik sebelumnya.
 
"Tinggal dukungan dari pemerintah bagaimana bisa menciptakan pasar baru dari komoditas sawit ini, agar harganya membaik dan memberi manfaat lebih banyak untuk petani," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
riau

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top