MUI : Soal Idul Adha, Indonesia Mengikuti Waktu Lokal

MUI mengimbau umat Islam untuk tidak mempertentangkan perbedaan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah pada dua hari yang berbeda.
John Andhi Oktaveri | 21 Agustus 2018 20:15 WIB
Petugas Kementerian Agama usai melakukan pemantauan hilal (bulan) untuk penentuan Idul Adha - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk tidak mempertentangkan perbedaan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah pada dua hari yang berbeda.
 
Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa Indonesia menggunakan waktu Indonesia, bukan waktu Arab Saudi.

"MUI mengharapkan kepada umat Islam untuk bisa menerima perbedaan Idul Adha ini dengan dewasa, sikap tasamuh dan toleran, saling menghargai dan menghormati," ujar Zainut, Selasa (21/8).
 
Menurutnya, MUI dalam menentukan awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijah tetap berpedoman pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004, yaitu dengan menggunakan metode rukyatul hilal dan hisab.

Menurut anggota DPR dari Fraksi PPP itu, berdasarkan sidang istbat Kementerian Agama, posisi hilal masih di bawah ufuk atau minus satu derajat 43 menit sehingga hilal tidak mungkin untuk dilihat  (imkanur ru'yah).

Untuk hal tersebut, sidang isbat menetapkan bulan Dzulkaidah 1439 Hijriah disempurnakan dengan cara istikmal.

Artinya, jumlah harinya digenapkan 30 hari sehingga tanggal 1 Dzulhijah diputuskan jatuh pada Senin, 13 Agustus 2018. Dengan demikian, hari raya Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijah 1439 H bertepatan dengan Rabu (22/8/2018).
 
“Adapun terjadi perbedaan penetapan jatuhnya Idul Adha antara Arab Saudi dengan Indonesia pada 2018 ini karena ada perbedaan mathla' atau lokasi terbitnya hilal,” ujarnya.

Meski Indonesia lebih awal dari sisi waktu karena perhitungan matahari, tapi karena hilal yang terlihat di mathla' berbeda, menyebabkan perbedaan menentukan 1 Dzulhijah.
 
Bagi sebagian umat Islam yang mengikuti penetapan isbatnya sesuai dengan negara Arab Saudi, pada Selasa (21/8/2018) hari ini sudah berlebaran karena 1 Dzulhijah jatuh pada Ahad, 12 Agustus 2018.
 
Sementara, sebagian umat Islam yang lain di Indonesia sekarang masih melaksanakan ibadah puasa Arafah dan baru berlebaran besok karena 1 Dzulhijah jatuh pada Senin, 13 Agustus 2018.
 
"Untuk itu, kami mengharapkan kepada umat Islam untuk bisa menerima perbedaan Idul Adha 1439 Hijriah dengan sikap dewasa, tasamuh, toleran, dan saling menghargai pendapat masing-masing," ujarnya.

Sebagai catatan, penetapan waktu ibadah di Indonesia bersifat lokal, bukan global sehingga mengikuti wilayatul hukmi mencakup MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura).

Tag : mui, idul adha
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top