Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rencana Go-Private Tesla, PIF Mulai Perlihatkan Ketertarikan

Perusahaan investasi milik negara Arab Saudi tengah menjajaki kerjasama dengan Tesla Inc. untuk membantu perusahaan produsen mobil asal AS tersebut kembali menjadi perusahaan tertutup (go-private).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 13 Agustus 2018  |  17:29 WIB
Rencana Go-Private Tesla, PIF Mulai Perlihatkan Ketertarikan
Tesla - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan investasi milik negara Arab Saudi dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan Tesla Inc. untuk membantu perusahaan produsen mobil asal AS tersebut kembali menjadi perusahaan tertutup (go-private).

Menurut seorang sumber yang mengerti jalannya diskusi, Public Investment Fund (PIF) dari Kerajaan Saudi yang baru-baru ini membeli kepemilikan saham Tesla sebesar kurang dari 5%, sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk bergabung di dalam rencana CEO Tesla Elon Musk tersebut.

“PIF menilai investasinya di Tesla sebagai jalan strategis untuk melindungi nilai investasi yang banyak diberikan terhadap perminyakan,” katanya, seperti dikutip Bloomberg, Senin (13/8/2018).

Adapun, lanjut sumber tersebut, saat ini PIF belum mengumumkan keputusannya mengenai seberapa besar dana yang akan digelontorkan untuk Tesla karena pembicaraannya masih berlangsung.

“Namun, dengan nilai transaksi yang diincar [Tesla] sebesar US$82 miliar, perusahaan tentu masih perlu mencari pendanaan dari sumber lain,” tambah sumber tersebut.

Dalam perkembangan terbarunya, CNBC melaporkan, dewan komisaris Tesla pekan ini akan bertemu dengan penasihat keuangan untuk menilai proposal go-privat dari Musk.

Para dewan direktur juga kemungkinan akan meminta agar Musk menyelamatkan dirinya sendiri dengan menyewa penasihat keuangannya sendiri di dalam pertemuan tersebut.

“[Dengan go-private] Musk berharap perusahaan dapat terhindar dari kepemilikian satu atau dua orang pemegang saham,” ungkap sumber tadi sambil menambahkan bahwa Musk sedang membidik investor potensialnya.

Pekan lalu, melalui akun Twitter-nya, Musk mengumumkan bahwa pendanaan untuk menjadikan Tesla kembali menjadi perusahaan tertutup sudah aman.

Dengan kepemilikan sahamnya sebesar 20% di Tesla, Musk perlu menghimpun dana sebesar US$60 miliar untuk membeli perusahaannya dari publik.

Hal itu pun mengejutkan investor karena beberapa pihak menilai pendanaan itu bisa saja datang dari pribadi Musk sendiri. Setidaknya, dua orang investor telah menuntut Musk dan Tesla karena diduga melakukan manipulasi harga saham.

“Komisi Bursa dan Sekuritas AS kini tengah menindaklanjuti mengenai faktualitas tweet tersebut,” kata seorang sumber lainnya.

Sejauh ini, PIF maupun Tesla masih menolak memberikan komentar. Menurut Nannan Kou, Senior Associate di Bloomberg NEF, Tesla akan kesulitan mencari sumber pendanaan tersebut.

“Pertanyaannya masih di sekitar penjualan Tesla ke depan. Pada tahap ini, sulit bagi Tesla untuk meyakinkan investor secara umum. Oleh karena itu, investor potensial yang dipilih haruslah yang sabar dan berpandangan strategis,” ujarnya.

Sebelumnya, pembicaraan mengenai go-private Tesla sempat gagal tahun lalu. Kala itu, menurut dua orang sumber yang mengerti jalannya diskusi, Musk dan Masayoshi Son dari SoftBank tidak mencapai kesepakatan untuk dapat membuat Tesla menjadi perusahaan tertutup.

Adapun kali ini, imbuh sumber tersebut, SoftBank juga tidak berminat untuk berpartisipasi di dalam pendanaan untuk go-private Tesla.

“Pasalnya SoftBank telah meletakkan investasi yang besar untuk General Motors Co.,” kata sumber tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tesla Motors
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top