Raih Akreditasi A, FK Universitas YARSI Gelar Program World Class Professor

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI kembali meraih peringkat akreditasi A (terbaik) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi-Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (BAN PT-Kemenristekdikti).
Herdiyan | 24 Juli 2018 04:13 WIB
Jajaran akademisi Universitas YARSI. - Ist.

Bisnis.com, JAKARTA – Fakultas Kedokteran Universitas YARSI kembali meraih peringkat akreditasi A (terbaik) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi-Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (BAN PT-Kemenristekdikti).

Ketua Yayasan Universitas YARSI Jurnalis Udin mengatakan akreditasi A yang kini kembali disandang FK YARSI adalah untuk program studi pendidikan dokter dan profesi dokter.

“Akreditasi suatu fakultas kedokteran mencerminkan kualitas dan penjaminan mutu yang berkesinambungan, sehingga sangat berpengaruh bagi lulusan dan mahasiswanya. Lulusan dari fakultas kedokteran yang memiliki akreditasi A memiliki lebih banyak kesempatan dan peluang untuk bersaing di dunia kerja maupun dalam pendidikan lanjutan,” ujar Jurnalis yang juga lulusan FK Universitas Gadjah Mada dan studi lanjut di Universitas Indonesia.

Jurnalis berharap pencapaian ini bisa memacu program studi (prodi) lainnya untuk dapat meraih akreditasi serupa.

“Target kita, insya Allah, tahun depan semua prodi bisa akreditasi A. Salah satu Prodi Ilmu Perpustakaan sudah A dan merupakan satu-satunya di Indonesia,” tuturnya.

Rektor Universitas YARSI Susi Endrini mengatakan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI telah cukup mempersiapkan secara matang, terukur, terarah, dan terencana dalam proses akreditasi ini selama berbulan-bulan.

“Syukuran prestasi ini sengaja dihadiri oleh seluruh staf dan dosen Universitas YARSI dan para pimpinan dari fakultas lain sebagai motivasi dan inspirasi untuk turut memacu fakultas lain dapat meraih akreditasi A sehingga pada akhirnya dapat memacu perolehan akreditasi A bagi Universitas,” jelas Susi.

Dekan FK Universitas YARSI Rika Yuliwulandari menjelaskan koleganya Jae Gook Shin datang ke Indonesia melalui program World Class Professor yang diselenggarakan sebagai hibah Ditjen Sumber Daya IPTEK Dikti, Kementerian Ristekdikti kepada Universitas YARSI, yang secara prestisius mampu dimenangkan tim peneliti dari Universitas YARSI.

Untuk bisa berpartisipasi dalam program World Class Professor ini, jelas Rika, tentu saja yang diundang  harus profesor kualifikasi tingkat tinggi (high level). Dia menyebut Prof Shin telah mengantongi H index scopus lebih dari 50.

“Selain itu, di Indonesia yang jarang adalah profesor dengan perolehan H index scopus di atas 50. Jadi kedatangan Prof Shin, sangat berarti dan berharga bagi YARSI,” ungkap Rika yang juga Ketua Peneliti Program World Class Professor ini di Kampus FK YARSI, Jakarta, Selasa (23/7/2018). 

Tag : universitas
Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top