Ahok Pilih Bebas Murni

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ternyata lebih memilih untuk bebas murni pada 4 Januari 2019 dibandingkan bebas bersyarat pada Agustus 2018 dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok.
Sholahuddin Al Ayyubi | 12 Juli 2018 13:37 WIB
Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). - Instagram @basukibtp

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ternyata lebih memilih untuk bebas murni pada 4 Januari 2019 dibandingkan bebas bersyarat pada Agustus 2018 dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Adik kandung Ahok, Fifi Lety Indra Tjahja Purnama mengemukakan Ahok batal mengambil pembebasan bersyarat yang diberikan kepada dirinya pada bulan depan.

Fifi tidak menjelaskan lebih detail alasan kakak kandungnya itu memilih bebas murni daripada bebas bersyarat pada Agustus 2018 nanti.

"Memang betul ada bebas bersyarat pada Agustus nanti, tetapi beliau putuskan untuk tidak ambil. Biar tunggu sampai bebas murni saja," tuturnya, Kamis (12/7/2018).

Fifi mengatakan perhitungan Ahok bebas murni baru bisa dihitung pada Agustus 2018 setelah mendapat sejumlah remisi dari Ditjen Pemasyarakatan.

Dia juga memastikan pihaknya akan mempublikasikan kapan waktu yang tepat Ahok bebas murni.

"Soal hitungan bebas murni, nantilah awal Agustus saya kabari lagi. Soalnya tergantung beliau dapat remisi berapa bulan. Nanti saya infokan," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah diganjar hukuman dua tahun penjara pada Mei 2017 lalu karena bersalah atas dugaan tindak pidana penistaan agama atas pidatonya yang merujuk pada Surat Al-Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Jika Ahok mengambil pembebasan bersyarat itu, maka Ahok akan diizinkan keluar selama 4 jam dalam satu hari. Namun jika tidak, Ahok sudah bisa bebas murni pada 4 Januari 2019 setelah mendapatkan sejumlah remisi.

 

 

Tag : ahok
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top