Koalisi Gerindra-PKS Dikukuhkan Pekan Depan, Anies Baswedan Calon Alternatif

Meski PKS menjadi partai pengusung Anies Baswedan saat Pilgub DKI Jakarta, namun hingga kini belum ada pembahasan intensif soal peluang gubernur itu untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto.
John Andhi Oktaveri | 12 Juli 2018 13:27 WIB
Presiden PKS Sohibul Iman - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Meski PKS menjadi partai pengusung Anies Baswedan saat Pilgub DKI Jakarta, namun hingga kini belum ada pembahasan intensif soal peluang gubernur itu untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan hingga kini belum ada komunikasi intensif untuk membahas calon alternatif selain sembilan nama yang telah disodorkan PKS.

Anies hingga kini masih menjadi calon alternatif bagi PKS untuk dijadikan sebagai pendamping Prabowo. Menurutnya, harus ada komunikasi yang intensif dengan mitra koalisi, lantaran Gerindra hanya memiliki 13% suara.

"Pasti akan bicara dengan mitra koalisi karena Gerindra cuma 13% suara," kata Sohibul kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Sebagai syarat untuk mengajukan calon presiden parpol atau gabungan parpol sedikitnya harus menguasai 20% suara sah hasil Pemilu 2014.

Sohibul mengatakan dalam politik tak ada saling paksa, harus bicara di atas meja dan harus disepakati. Politik itu tidak bisa berandai-andai, harus realitas," ujarnya.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan bahwa Gerindra dan partainya akan melakukan pengukuhan koalisi pada pekan depan.

"Pekan depan mudah-mudahan," kata Mardani, Kamis (12/7/2018).

PKS juga memberi kesempatan bagi partai lain untuk bergabung dengan koalisi PKS dan Gerindra seperti Partai Demokrat dan PAN.

"Termasuk dengan PAN, Demokrat juga masih menjajaki beberapa, jadi PAN masih bisa ke kiri ke kanan, walaupun beratnya ke kanan. Menurut saya kalau PAN itus udah 60-40, kalau Demokrtat itu 50-50 masih," katanya.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top