Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bawaslu: Partisipasi Pemilih di Riau dan Kaltim Terendah, Papua Tertinggi

Badan Pengawas Pemilu mencatat jumlah partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah 2018 lalu berada pada kisaran 58% hingga 84%. Berdasarkan evaluasi Bawaslu, jumlah partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah di Riau dan Kalimantan Timur berada pada posisi terendah.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 12 Juli 2018  |  17:33 WIB
Komisioner Bawaslu (dari kiri) Rahmat Bagja, Mochammad Afifudin, Abhan (Ketua), Ratna Dewi Pettalolo, Fritz Edward Siregar. - Bisnis/Muhammad Ridwan
Komisioner Bawaslu (dari kiri) Rahmat Bagja, Mochammad Afifudin, Abhan (Ketua), Ratna Dewi Pettalolo, Fritz Edward Siregar. - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu mencatat jumlah partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah 2018 lalu berada pada kisaran 58% hingga 84%.

Berdasarkan evaluasi Bawaslu, jumlah partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah di Riau dan Kalimantan Timur berada pada posisi terendah.

Dari 171 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak, persentase pemilih di Riau dan Kaltim hanya 58% dari total jumlah pemilih.

“Kami menghitung partisipasi jumlah pemilih tiap provinsi, dari hasil perhitungan, daerah Riau dan Kaltim yang terendah di bawah target dari KPU,” ujar Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin dalam pemaparan evaluasi pelaksanaan Pilkada 2018 di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Afif mengatakan, jika melihat jumlah tersebut, maka masih perlu diberikan sosialisasi lebih lanjut kepada pemilih agar jumlah partisipasi bisa.meningkat pada Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif mendatang.

“Masih perlu didorong betul partisipasi masyarakat secara maksimal,” ujar Afif.

Sementara itu, Papua tercatat sebagai daerah dengan jumlah partisipasi pemilih tertinggi sebesar 84%.

“Meskipun terjadi konflik di Papua, jumlah persentase pemilih di Papua merupakan yang tertinggi,” ungkap Afif.

Sementara itu, Afif mengungkapkan, jika dihitung secara nasional, jumlah partisipasi pemilih masih sebesar 69%, jumlah tersebut jauh dari harapan KPU yang menetapkan target sebesar 77,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawaslu Pilkada Serentak
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top