Puji Malaysia, Zulkifli Minta Pemerintah Utamakan Kepentingan Lokal

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan sudah semestinya pemerintah mengutamakan kepentingan pengusaha lokal ketimbang mengutamakan kepentingan asing sebagaimana yang dilakukan pemerintah Malaysia.
John Andhi Oktaveri | 29 Juni 2018 20:28 WIB
Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad bertemu para tokoh di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, JUmat (29/6). - JIBI/Rinaldi Azka

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan sudah semestinya pemerintah mengutamakan kepentingan pengusaha lokal ketimbang mengutamakan kepentingan asing sebagaimana yang dilakukan pemerintah Malaysia. 

Demikian disampaikan Zulkifli usai menghadiri pertemuan Indonesia Malaysia Busines Council (IMBC) dengan agenda utama diskusi bersama Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Acara tersebut juga dihadiri Ketua IMBC, Tantri Abeng. 

Bagi Mahathir, kunjungan ke Indonesia kali ini merupakan lawatan resmi pertamanya ke negara Asia Tenggara setelah terpilih sebagai kepala negara Malaysia yang kedua kalinya pada 10 Mei lalu. 

"Pemerintah harus memberi batasan kepada produk asing, tidak boleh memberi kebebasan sebebas-bebasnya, ini perlu dilakukan semata-mata  untuk melindungi  produk  dan para pengusaha lokal," kata Zulkifli Jumat (29/6/2018). 

Kendati demikian,  Zulkifli menolak dikatakan sebagai pihak anti asing. Menurutnya, di zaman globalisasi ini kerjasama dengan negara lain merupakan satu kebutuhan.

Apalagi, memang tidak mungkin sebuah negara menutup dirinya melakukan kerjasama dengan dunia internasional, ujarnya.

"Kita butuh kerjasama, tetapi harus dipilah, karena sesungguhnya tidak semua produk asing itu baik bagi kita," katanya.

IMBC adalah lembaga perwakilan bisnis antara Indonesia dan Malaysia. Lembaga ini diresmikan tahun 2003 di Tampak Siring Bali, dan dihadiri Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad beserta Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri.  IMBC berkantor pusat di Jakarta, dan berkomitmen menjadi lembaga strategis dalam memberikan konsultasi dan wawasan kepada pemerintah, pebisnis, dan diplomatik.

Tag : mahathir mohamad
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top