SAMUEL SEKURITAS: Investor Cenderung Wait & See Pilkada Serentak 2018

PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan pada rapat dewan gubernur (RDG) bank Indonesia pada Juni 2018 akan mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Linda Teti Silitonga | 27 Juni 2018 09:38 WIB
Seorang pemilih memasukkan surat suara setelah mencoblos di TPS 21 Kelurahan Wonorejo, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Riau, Rabu (27/6). - Bisnis/Arif Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan pada rapat dewan gubernur (RDG) bank Indonesia pada Juni 2018 akan mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

“Rapat RDG [Juni] diperkirakan akan berkahir dengan naiknya tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5%,” kata Ahmad Mikail, ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya yang diterima hari ini, Rabu (27/6/2018).

Sementara itu rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahannya, pada saat  Pilkada serentak tengah berlangsung hingga siang ini.

“Investor diperkirakan cenderung wait and see melihat proses politik tersebut [pilkada serentak],” kata Mikail.

Dia mengemukakan, rupiah pada perdagangan hari ini kemungkinan melemah ke level Rp14.150—Rp 14.210 per dolar AS.

Seperti diketahui, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 30 Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7 Days Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%.

Dari laman BI, disebutkan RDG akan digelar pada 28—29 Juni 2018.

Tag : Pilkada Serentak
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top