Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mahathir: Proton Diakuisisi China, Malaysia Akan Bangun Mobil Nasional Baru

PM Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan akan membangun perusahaan mobil nasional yang baru setelah perusahaan otomotif China, Geely mengakuisisi saham Proton.
Mahathir Mohamad, mantan PM Malaysia dan kandidat oposisi dari Pakatan Harapan (Alliance of Hope) dalam news conference setelah pemilihan umum  di Petaling Jaya, Malaysia, Kamis (10/5/2018)/REUTERS
Mahathir Mohamad, mantan PM Malaysia dan kandidat oposisi dari Pakatan Harapan (Alliance of Hope) dalam news conference setelah pemilihan umum di Petaling Jaya, Malaysia, Kamis (10/5/2018)/REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA — PM Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan akan membangun perusahaan mobil nasional yang baru setelah perusahaan otomotif China, Geely mengakuisisi saham Proton.

“Mobil nasional harus dimiliki oleh orang Malaysia,” ujar Mahathir pada acara Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo yang dilaksanakan oleh Nikkei Inc. Menurut Mahathir, perusahaan Proton telah dijual ke China sehingga bukan lagi namanya mobil nasional.

Dia menambahkan bahwa pihaknya akan membangun perusahaan baru dengan melibatkan mitra Asia termasuk Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan. 

“Saya percaya kami punya kapasitas untuk memproduksi mobil berkualitas bagus yang bisa dijual ke seluruh dunia,” ujarnya.

Dalam wawancaranya dengan Nikkei Asian Review di sela-sela acara tersebut, Mahathir mengatakan perusahaan mobil baru itu akan mampu merebut pasar global karena memiliki teknologi canggih.

“Kami tentu berharap akan mampu memproduksi mobil baru yang memenuhi persyaratan standar emisi Euro-5 atau Euro-6 sehingga kami bisa mengakses pasar dunia,” ujarnya sebagaimana dikutip Stratistimes.com, Senin (11/6).

Perusahaan milik pemerintah, Proton didirikan pada 1983 saat Mahathir menjabat sebagai perdana menteri periode pertama. Dia kemudian mulai menjual saham di pasar dalam negeri sepuluh tahun kemudian.

Akan tetapi, tahun lalu di bawah pemerintahan PM Najib Razak, Geely membeli 49,9% saham perushaan itu sekaligus sebagai pertanda masuknya China ke Asia Tenggara di sektor pasar otomotif.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper