Pilpres 2019: PKS Klaim Gubernur Aher ‘Layak Jual’

Partai Keadilan Sejahtera mengklaim Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan layak jual bila bertarung dalam Pemilihan Umum Presiden 2019.
Samdysara Saragih | 09 Juni 2018 02:25 WIB
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (dari kiri), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, disaksikan Kepala OJK Jabar Joko Sarwono, Asisten Daerah Setda Jabar Eddy Nasution, Dirut PT Bank BJB Tbk Ahmad Irfan, dan Direktur PT Bursa Efek Indonesia Alpino Kianjaya menekan layar sentuh sebagai tanda pembukaan perdagangan saham di Jakarta, Selasa (27/2). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera mengklaim Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ‘layak jual’ bila bertarung dalam Pemilihan Umum Presiden 2019.

Ahmad Heryawan atau Aher masuk dalam daftar sembilan kader PKS yang disiapkan sebagai bakal calon presiden atau calon wakil presiden. Selain Aher, nama-nama dalam daftar itu antara lain Presiden DPP PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera.

Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian menjelaskan kelebihan Aher adalah rekam jejaknya selama 10 tahun memimpin Jabar. Sepanjang satu dekade itu, setidaknya 256 penghargaan di berbagai bidang diterima Pemerintah Provinsi Jabar pimpinan Aher.

“Jadi ketika di Pilpres 2019 nanti ada dua atau tiga pasangan calon, prestasi Kang Aher akan diperkenalkan. Lebih mudah ‘dijual’ dibandingkan pasangan lain,” katanya dalam acara Diskusi Publik Ikatan Jurnalis UIN Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Selain prestasi, Pipin mengungkapkan Aher memiliki modal sosiologis memadai sebagai orang Jabar. Pasalnya, Jabar mewakili sekitar 20% populasi Indonesia yang berpotensi mengarahkan suaranya kepada Aher apabila maju di Pilpres 2019.

“Orang Sunda juga tak hanya di Jabar, tapi di seluruh Indonesia. Ada ikatan khusus [sesama orang Sunda],” ujar pria asal Purwakarta ini.

Pada Pemilihan Gubernur Jabar 2008, Aher terpilih sebagai orang nomor satu daerah itu kala berduet dengan Dede Yusuf. Lima tahun kemudian, dia kembali memenangkan kontestasi bersama gandengan baru, Deddy Mizwar. Aher akan mengakhiri periode kedua jabatannya pekan depan, tepatnya pada 12 Juni 2018.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top