AS Kembalikan Salinan Surat Christopher Columbus ke Spanyol

Salinan surat Christopher Columbus yang berusia 500 tahun dan berisi gambaran pelayarannya ke Benua Amerika, dikembalikan AS ke Spanyol.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 08 Juni 2018 13:50 WIB
Buku berisi hasil terjemahan surat dari Christopher Columbus yang menggambarkan penemuannya di Benua Amerika pada abad ke-15, Rabu (6/6). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Salinan surat Christopher Columbus yang berusia 500 tahun dan berisi gambaran pelayarannya ke Benua Amerika, dikembalikan AS ke Spanyol.

Hal ini dilakukan setelah pihak berwenang di AS memeriksa dokumen dan ditemukan bahwa dokumen tersebut dicuri dan dipalsukan bertahun-tahun yang lalu.

Dilansir dari Reuters, Jumat (8/6/2018), otoritas penegak hukum AS mengatakan bahwa surat itu, yang disalin berabad-abad lalu, ditulis Columbus untuk Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dari Spanyol setelah penyeberangan pertamanya di Atlantik. Surat itu telah diberikan kepada Duta Besar Spanyol Pedro Morenes di Washington.

Pemulangan surat itu bersamaan dengan tujuh tahun penyelidikan oleh AS setelah diketahui bahwa surat itu dipalsukan di National Library of Catalonia, Barcelona.

"Kami benar-benar merasa terhormat untuk mengembalikan dokumen historis penting ini kembali ke Spanyol, pemiliknya yang sah," ungkap Jaksa AS untuk Delaware David Weiss.

Asisten AS Jaksa Jamie McCall mengatakan bahwa Columbus menulis surat dalam bahasa Spanyol setelah kembali ke Eropa pada 1493. Ferdinand dan Isabella, yang mensponsori pelayarannya, mengirim dokumen ke Roma untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan disalin secara manual.

“Sejumlah salinan ini dibuat dan kemudian dikirimkan ke semua raja dan ratu di Eropa untuk menyebarkan berita tentang penemuan Columbus,” jelasnya.

Salinan huruf latin dari surat itu, di mana Columbus menggambarkan pegunungan, ladang subur, emas dan penduduk asli yang ditemuinya di Karibia, ditukar di perpustakaan Barcelona untuk kemudian dipalsukan.

Pihak berwenang mengungkapkan pencurian itu diketahui setelah ada informasi kepada seorang asisten pengacara AS di Delaware pada 2011.

Lantaran perpustakaan telah mendigitalisasi koleksinya sebelum pencurian, para peneliti AS menyatakan mereka dan pihak berwenang Spanyol dapat menentukan bahwa surat itu adalah palsu pada 2012. Surat yang sebenarnya disebut telah dijual pada November 2005 oleh dua diler buku Italia seharga 600.000 euro.

Pada 2013, diketahui bahwa surat tersebut telah dijual lagi pada 2011 seharga 900.000 euro, pihak berwenang menerangkan mereka melakukan kontak dengan orang yang memiliki surat itu. Mereka mengklaim orang itu tidak menyadari bahwa surat tersebut adalah hasil pencurian.

Mereka kemudian menyimpulkan surat itu diambil dari perpustakaan Barcelona. Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Tag : amerika serikat, sejarah
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top