Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Jokowi: Kita Ingin Negara-Negara Timur Tengah Banyak Investasi di Indonesia

Presiden Joko Widodo berkomitmen mengembangkan hubungan dengan negara lain, khususnya dengan nega-negara di kawasan Timur Tengah.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 06 Juni 2018  |  16:06 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Amanda Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Amanda Kusumawardhani

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo berkomitmen mengembangkan hubungan dengan negara lain, khususnya dengan nega-negara di kawasan Timur Tengah.

"Kita terus mengembangkan hubungan kita dengan negara-negara lain baik yang ada di Timur Tengah maupun di Asia Selatan. Hubungan-hubungan seperti ini akan memperkuat ekonomi negara kita," katanya di Karawang, Rabu (6/6/2018).

Terkait dengan hal tersebut, Presiden pun menepis anggapan bahwa investasi Indonesia hanya berfokus pada negara-negara seperti China, Korea, dan Jepang.

Menurutnya, kini Indonesia juga terus membangun kedekatan dengan negara-negara Timur Tengah. "Katanya kita membuka investasi dari China, Korea, Jepang. Tidak. Justru kita sekarang ini ingin agar negara-negara di Timur Tengah itu banyak investasi di Indonesia," tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden pun memberikan contoh proyek-proyek yang dihasilkan dari kerja sama dengan negara-negara di Timur Tengah.

"Alhamdulillah yang sudah dimulai kilang minyak di Cilacap dengan Arab Saudi, sebentar lagi insyaallah dengan Oman di Bontang, Kalimantan. Sebentar lagi dengan Uni Emirat Arab, pelabuhan yang di Kuala Tanjung akan kita kerjasamakan," ucapnya.

Selain itu, dia menambahkan, untuk menarik masuknya investasi asing tersebut, diperlukan stabilitas politik dan keamanan yang baik.

"Saya meyakini apabila stabilitas politik kita baik, stabilitas keamanan kita baik, pembangunan ini akan terus berjalan. Bahwa sebuah negara besar seperti Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi terkuat, perkiraan kita 2045 negara kita akan masuk dalam jajaran empat besar negara ekonomi terkuat di dunia," ujar Presiden.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi timur tengah
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top