Gedung DPR Jadi Target Bom, Polri Didesak Intensifkan Penyelidikan

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mendesak Polri dan dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyelidiki ancaman bom yang akan dilakukan oleh mahasiswa UNRI (Universitas Riau) ke Kompleks Parlemen.
John Andhi Oktaveri | 05 Juni 2018 17:30 WIB
Gedung DPR di Senayan, Jakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mendesak Polri dan dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyelidiki ancaman bom yang akan dilakukan oleh mahasiswa UNRI (Universitas Riau) ke Kompleks Parlemen.

"Polri dan BNPT perlu menyelidiki motif ancaman bom pelaku yang akan menjadikan Kompleks Parlemen Senayan sebagai target bom,” ujar Waketum PAN itu di Kompleks Parlemen hari ini Selasa (5/6/2018).

Menurut Taufik, Kompleks Parlemen adalah rumah rakyat sehingga siapa saja bisa datang langsung untuk menyampaikan aspirasinya, sehingga tidak perlu mengancam dengan bom.

"Kita berharap ancaman bom itu tidak terjadi di DPR maupun di semua wilayah di Indonesia. Makanya paham radikal harus ditumpas hingga ke akar-akarnya," ujarnya.

Sejauh itu Taufik mengapresiasi langkah Polri khususnya Densus 88 Antiteror yang berhasil menggagalkan ancaman bom ke DPR tersebut.

“DPR mengapresiasi Densus 88 yang berhasil gagalkan rencana pengeboman itu,” katanya.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menyita empat bom siap pakai dalam penggeledahan di gelanggang mahasiswa Universitas Riau di Jalan HR Soebrantas di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, Sabtu (2/6).

Densus menangkap tiga terduga teroris yang merupakan alumni Universitas Riau, ketiganya berinisial J alumnus 2005, D alumnus 2002 dan K alumnus 2004.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengatakan para pelaku mengaku bom tersebut rencananya akan diledakkan di kantor DPRD Riau dan DPR. Namun belum diketahui kapan bom tersebut akan diledakan karena pihak Kepolisian masih mendalami motif para pelaku.

Tag : bom
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top