Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Lulus SD, 22.000 Anak Di Inggris dan Wales Sangat Gemuk

Lebih dari 22.000 anak di Inggris dan Wales yang berusia 10 dan 11 tahun sangat gemuk ketika mereka lulus sekolah dasar, demikian peringatan satu laporan dari Perhimpunan Pemerintah Lokal (LGA) pada Selasa (29/5/2018).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Mei 2018  |  13:46 WIB
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa

Bisnis.com, LONDON -  Lebih dari 22.000 anak di Inggris dan Wales yang berusia 10 dan 11 tahun sangat gemuk ketika mereka lulus sekolah dasar, demikian peringatan satu laporan dari Perhimpunan Pemerintah Lokal (LGA) pada Selasa (29/5/2018).

Jumlah yang diklasifikasikan sebagai sangat kelebihan berat dalam skala kegemukan ialah hampir dua kali lipat seluruh anak yang berusia empat dan lima tahun yang bertubuh gemuk ketika mereka pertama kali mulai bersekolah.

LGA, yang mewakili 370 dewan kota dan kota kecil di Inggris dan Wales, memperingatkan angka kegemukan-anak parah, yang telah disiarkan untuk pertama kali, memberi sumbangan pada bom waktu sakit dengan nilai miliaran dolar.

Data pertama yang diperoleh LGA dan dipasok oleh Program Pengukuran Anak Nasional (NCMP), mengungkapkan sebanyak 22.646, atau 4,1 persen, dari lebih satu juta anak yang berusia 10 dan 11 tahun pada tahun terakhir sekolah dasar mereka secara resmi dikategorikan sebagai sangat gemuk sebelum mereka pindah ke sekolah menengah pertama.

Sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang, LGA mengatakan, "Angka sangat gemuk sangat beragam berdasarkan daerah dan yang tertinggi pada anak yang tinggal di kota besar serta kota kecil yang paling terlucuti, dan mereka dari kelompok BME. Itu menunjukkan perlunya pembangunan dan evaluasi mengenai campur-tangan yang lebih terarah."

Jumlah tersebut, tambah LGA, mesti menjadi peringatan bagi langkah terpadu guna menanggulangi krisis kegemukan yang membuat NHS mengeluarkan lebih dari 6,6 miliar dolar AS per tahun.

"Meskipun ada pengurangan anggaran, semua dewan mengeluarkan lebih banyak mengenai rancangan pencegahan yang efektif guna membantu anak-anak tetap sehat, yang menjadi kunci dalam penanggulangan krisis kegemukan-anak dan mengurangi biaya masa depan untuk layanan rumah sakit, kesehatan dan perawatan sosial," kata laporan itu.

Namun, LGA memperingatkan langkah pencegahan dasar, termasuk kemampuan dewan untuk menyediakan layanan penanganan berat badan buat anak-anak, terhambat oleh pengurangan US$800 juta  dalam anggaran kesehatan masyarakat di dewan oleh pemerintah pusat Inggris.

LGA menyerukan agar pengurangan bantuan kesehatan masyarakat diubah oleh pemerintah dan pembaruan lebih lanjut guna menanggulangi kegemukan pada anak-anak. Langkah itu meliputi dewan memiliki wewenang untuk mengatakan bagaimana dan ke mana pajak penjualan minuman ringan disalurkan, pemberian merek yang lebih baik pada produk makanan dan minuman. LGA juga menyerukan agar dewan diberi wewenang untuk melarang iklan makanan cepat saji di dekat sekolah.

Izzi Seccombe, Ketua Dewan Kesejahteraan Masyarakat di LGA, berkata, "Jumlah baru ini mengenai anak yang sangat gemuk, yang dimasukkan ke dalam kategori kelebihan berat yang paling kritis, adalah peringatan yang lebih mengkhawatirkan bagi tindakan mendesak bersama.

"Inggris sudah menjadi negara dengan warga paling gemuk di Eropa Barat; satu dari tiga anak yang berusia 10 dan 11 tahun dan satu dari lima anak kelas empat dan lima, masing-masing, sebagai kelebihan berat dan gemuk.

"Jika kita tidak menanggulangi krisis kegemukan ini, anak yang hari ini gemuk akan menjadi orang dewasa gemuk besok yang tahun hidup sehat mereka akan dipersingkat oleh seluruh masalah kesehatan termasuk diabetes, kanker dan sakit jantung," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kegemukan

Sumber : ANTARA/Xinhua-OANA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top