UKI Bentuk Grup Marawis Anak-Anak, Model Baru Pemberdayaan Masyarakat Disiapkan

Universitas Kristen Indonesia mengkaji model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa Fakultas Sastra untuk menjadi percontohan yang akan diterapkan secara akademis.
Yoseph Pencawan | 29 Mei 2018 16:20 WIB
Penampilan grup marawis anak-anak binaan Komunitas Gumul Juang di acara buka puasa bersama yang difasilitasi Universitas Kristen Indonesia, Senin 28 Mei 2018. - JIBI/Yoseph Pencawan

Bisnis.com, JAKARTA - Universitas Kristen Indonesia mengkaji model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa Fakultas Sastra untuk menjadi percontohan yang akan diterapkan secara akademis.

Pada acara berbuka puasa bersama masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di daerah pinggiran sungai Ciliwung, yang difasilitasi UKI, Senin (28/5/2018), sempat ditampilkan grup Marawis anak-anak yang tinggal di daerah sasaran pengabdian masyarakat mahasiswa UKI.

Para mahasiswa UKI, melalui Komunitas Gumul Juang, sejak Januari 2018 telah melakukan pengabdian masyarakat di kawasan pinggiran sungai Ciliwung. Komunitas Gumul Juang adalah komunitas para teolog muda dari UKI yang fokus pada pemberdayaan masyarakat marginal.

Wakil Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Wilson Rajagukguk mengungkapkan, program itu itu merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui Fakultas Sastra.

"Mereka mengajari anak-anak yang tinggal di pinggir sungai Ciliwung, tanpa memandang agama dan latar belakang lain," ujarnya di sela-sela acara buka puasa bersama.

Mereka, kata Wilson, terutama mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak, tetapi tetap memerhatikan pendidikan keagamaan sehingga juga membawa guru agama Islam ke lokasi kegiatan. Termasuk membentuk grup Marawis anak-anak dan menyediakan pelatihnya, seperti yang ditampilkan sebelum saat berbuka puasa.

Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi serta memiliki unsur keagamaan yang kental.

Setelah melihat hasil nyata tersebut pihak rektorat akan mengkaji metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dan bila dinilai tepat, maka akan dijadikan sebagai model percontohan untuk pengabdian masyarakat UKI secara akademis.

"Kami juga berharap ini juga menjadi model bagi setiap perguruan tinggi di Indonesia."

Dalam model ini, mahasiswa UKI memberdayakan masyarakat dalam bidang tertentu dan memberikan penguatan kepada latar belakang keagamaan serta nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat setempat.

Tag : Ramadan, bulan puasa
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top