Hindari Penukaran Uang secara Ilegal

Warga diimbau untuk berhati-hati dan menghindari penukaran uang baru ilegal guna menghindari uang palsu atau risiko selisih.
Newswire | 27 Mei 2018 09:27 WIB
Ilustrasi penukaran uang menjelang Lebaran - Antara/Muhammad Adimaja

 

Bisnis.com, MALANG - Menjelang Hari Raya Idulfitri tak sedikit warga yang melakukan penukaran uang. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Dudi Herawadi mengimbau warga di wilayah kerjanya untuk berhati-hati dan menghindari penukaran uang baru ilegal guna menghindari uang palsu atau risiko selisih.

"Setiap menjelang Lebaran pasti banyak bermunculan penukaran uang baru ilegal di berbagai tempat. Sebisa mungkin hindari tempat-tempat itu dan lakukan penukaran uang baru di perbankan yang ditunjuk BI," kata Dudi di Malang, Jawa Timur, seperti dikutip Antara, Minggu (27/5/2018)..

Dudi minta masyarakat menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi, baik yang dilakukan oleh BI, perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk BI.

BI Malang bekerja sama dengan perbankan melakukan layanan penukaran uang baru pecahan kecil yang akan dipusatkan di titik-titik keramaian maupun di kantor bank. Tujuannya, untuk menghindari potensi munculnya penukaran uang secara ilegal dan risiko uang palsu maupun selisih.

Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh bank yang berada di wilayah BI Malang. Untuk penukaran uang di kantor jaringan perbankan, dapat dilakukan di 74 kantor bank umum dan 50 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah kerja BI Malang, yakni di Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo.

Untuk kegiatan penukaran uang, baik melalui kantor bank yang telah bekerja sama dengan BI maupun melalui kegiatan kas keliling, akan dilayani oleh 14 kendaraan mobile. Kegiatan layanan penukaran uang baru dimulai besok (Senin, 28/5) hingga 8 Juni mendatang.

Menurut Dudi, untuk penukaran uang melalui kas keliling di Kota Malang, akan dipusatkan di lapangan parkir Stadion Gajayana atau belakang Mall Olympic Garden (MOG) mulai pukul 09.00 hingga selesai.

"Intinya masyarakat harus selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan menggunakan uang, tidak hanya ketika menukarkan uang saja, tapi dalam setiap transaksi masyarakat juga harus cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang rupiah," ujarnya.

Penukaran uang baru, selain dipusatkan di Stadion Gajayana (belakang MOG), juga ada mobil kas keliling yang selalu dihadirkan dalam setiap kegiatan pasar murah, bazar maupun di lokasi keramaian lainnya.

Tahun ini, BI Malang menyiapkan dana sekitar Rp3,9 triliun untuk keperluan selama Ramadhan dan Lebaran, termasuk untuk THR karyawan dan pegawai negeri sipil

Sumber : Antara

Tag : penukaran uang
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top