PBB: Mayoritas Populasi Dunia Bakal Tinggal di Kota Besar pada 2050

Dua pertiga penduduk dunia diperkirakan akan tinggal di kota-kota besar pada 2050, dan sebagian besar terkonsentrasi di India, China, dan Nigeria.
Annisa Margrit | 17 Mei 2018 14:35 WIB
Seorang pedagang kaki lima menjual bihun di luar Masjid Agung di bagian kota lama Delhi, India, Rabu (16/5). - Reuters/Adnan Abidi

Bisnis.com, JAKARTA -- Dua pertiga penduduk dunia diperkirakan akan tinggal di kota-kota besar pada 2050, dan sebagian besar terkonsentrasi di India, China, dan Nigeria.

Divisi Populasi Departemen Ekonomi dan Isu Sosial PBB (UN Department of Economic and Social Affairs/UN DESA) menyampaikan hal itu dalam laporannya yang dirilis pada Rabu (16/5/2018). Laporan itu menyebutkan bahwa populasi dunia akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan sebelum turun kembali pada 2050.

Saat ini, 55% penduduk dunia tinggal di area urban. Angkanya bakal meningkat menjadi 68% pada 2050.

Pada 2050, populasi India, China, dan Nigeria akan mencapai lebih dari sepertiga jumlah total penduduk dunia saat itu.

Urbanisasi yang semakin besar didorong pleh pertumbuhan penduduk dan migrasi yang terus terjadi. Temuan ini diharapkan dapat membantu penyusunan desain kebijakan dan praktik yang cocok untuk menghadapi situasi tersebut di masa depan, sebut Direktur Divisi Populasi UN DESA John Wilmoth.

"Ketika pertumbuhan urban gencar, memastikan akses tempat tinggal, air, sanitasi, listrik, transportasi publik, pendidikan, dan fasilitas kesehatan untuk semua orang adalah hal yang sangat menantang," paparnya, seperti dilansir Reuters, Kamis (17/5).

Wilmoth melanjutkan salah satu tantangan yang harus diatasi adalah bagaimana mengelola pertumbuhan urban untuk memastikan pertumbuhan tersebut berkelanjutan.

Delhi di India diperkirakan akan menjadi kota dengan jumlah penduduk terbesar pada 2028, menggeser Tokyo yang sekarang menduduki posisi tersebut dengan 37 juta penduduk. Dalam waktu yang hampir bersamaan, India diproyeksi bakal melampaui China sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar dunia.

Namun, urbanisasi dinilai memiliki dampak positif. Salah satunya, membantu menekan pengaruh buruk manusia terhadap lingkungan.

"Peningkatan jumlah penduduk di kota besar menyediakan cara untuk memberikan layanan publik yang lebih ekonomis. Kami menemukan bahwa populasi urban memiliki akses yang lebih baik ke kesehatan dan pendidikan," terangnya.

Sisi negatifnya, perubahan yang terjadi seringkali berlangsung dalam waktu cepat. Pemukiman kumuh adalah salah satu contohnya.

UN DESA juga menyebutkan jumlah kota besar di dunia terus bertambah. Jika pada 1990 hanya ada 10 kota megapolitan dengan populasi 10 juta orang atau lebih, maka pada 2018 tercatat ada 33 kota megapolitan.

Jumlahnya diproyeksi kembali bertambah menjadi 43 kota pada 2030. Sebagian besar berada di negara berkembang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pbb, populasi dunia

Sumber : Reuters
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top