Lazismu Distribusikan Zakat ke Pulau Terdepan

Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) menyasar kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) untuk mendistribusikan zakat selama bulan Ramadan tahun ini.
Newswire | 15 Mei 2018 17:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA: Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) menyasar kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) untuk mendistribusikan zakat selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua Badan Pengurus Lazizmu Hilman Latief mengatakan dengan langkah itu relawan Lazismu saat Ramadan juga dikerahkan untuk daerah terpencil.

“Kami melibatkan komunitas mobil dan motor offroad untuk bermitra menyalurkan zakat ke daerah yang sulit dijangkau seperti di pelosok,” katanya di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dia mengatakan pelibatan komunitas otomotif bertajuk Adventure for Humanity itu merupakan inovasi baru untuk bulan puasa tahun ini. Dengan begitu, gerakan zakat di bulan Ramadhan tidak monoton.

Pada Kamis (10/5), tim Lazismu telah berangkat ke Pulau Saparua dan Pulau Seram di Maluku untuk membantu warga setempat dengan donasi yang dibutuhkan terutama infrastruktur listrik.

“Di sana pada Ramadan kami ingin meningkatkan hubungan harmonis dengan masyarakat. Program Indonesia Terang juga kami bawa ke sana, kami sediakan solar panel di tempat umum, untuk masjid, gereja dan tempat berkumpulnya masyarakat yang membutuhkan penerangan tambahan, kami sediakan,” kata dia.

Untuk program lainnya, Hilman mengatakan Lazismu juga menyasar distribusi donasi ke sekolah di pelosok yang memerlukan bantuan lewat program Filantropis Cilik.

“Kami intensifkan filantropis cilik untuk mendidik adik-adik kita agar mereka menabung dan sedekah. Tentu dana dari Filantropis Cilik ini untuk pendidikan,” tegasnya.

Dari donasi Filantropis Cilik itu, dia mengatakan Lazismu akan menyalurkannya kepada siswa-siswa tidak mampu di sekolah-sekolah yang telah ditinjau kelayakannya. Beberapa donasi yang akan disalurkan adalah ribuan perangkat sekolah untuk siswa yang membutuhkan.

Pada masa mendatang, kata dia, program itu dapat dikembangkan lagi menjadi school sister sebagai bentuk kemitraan sekolah yang maju dan mampu untuk membantu sekolah yang masih membutuhkan uluran tangan.

“Nanti agar menjadi sister school dari sekolah maju, keluarga mampu, kita bangun kerja sama dengan sekolah yang belum maju. Bentuknya bisa buku, sepatu dan tas,” tegasnya.

Sumber: Antara

Tag : zakat
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top