Pemkot Depok Dorong Lahirnya Banyak Komunitas Kreatif & Produktif

JAKARTAPemerintah Kota Depok mendorong tumbuhnya komunitas yang menghasilkan berbagai produk kreatif. Untuk itu Pemkot Depok terus mendorong pelatihan sehingga kualitas kerajinan yang dihasilkan komunitas dapat memberikan nilai tambah.
Thomas Mola | 09 Mei 2018 19:33 WIB
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna (tengah) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Kota Depok mendorong tumbuhnya komunitas yang menghasilkan berbagai produk kreatif. Untuk itu Pemkot Depok terus mendorong pelatihan sehingga kualitas kerajinan yang dihasilkan komunitas dapat memberikan nilai tambah.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan pemerintah Kota Depok memiliki program pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk.

"Kami berharap kreativitas dunia bisa lahir dari pemuda Depok," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (09/05/2018).

Adapun, baru-baru ini Stanley Black & Decker menggelar pelatihan bagi anak-anak putus sekolah di Code Margonda Depok. Perusahaan penyedia perkakas tersebut berupaya memberikan keahlian pada anak-anak putus sekolah agar siap memasuki dunia kerja atau berwirausaha.

Pradi mengatakan upaya yang dilakukan Stanley Black & Decker dengan memberi pelatihan kepada komunitas-komunitas, khususnya yang berada di Depok, pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah dan dapat meningkatkan mutu produk. Ke depan, diharapkan produk kerajinan yang dihasilkan dapat bersaing, baik di level nasional maupun global.

Dia menyambut baik edukasi yang dilakukan perusahaan perkakas dalam mengedukasi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), termasuk cara menggunakan peralatan yang aman dan cepat.

"Saya harap dengan pelatihan ini, anak-anak akan menjadi insan yang mandiri dan bisa menjadi wirausaha untuk menunjang perekonomian Kota Depok," ujarnya.

Country Director Stanley Black & Decker Indonesia, King Hartono Hamidjaja, mengatakan pelatihan tersebut bekerja sama dengan lem Crona di Code Margonda, sebuah ruang inkubasi pengusaha muda di kawasan Kota Depok, Jawa Barat.

Terdapat 175 orang termasuk anak-anak putus sekolah, ibu rumah tangga, dan komunitas penggiat do it yourself (DIY) yang mendapat pelatihan selama 4 hari mengolah kayu bekas menjadi furniture siap pakai.

"Sengaja kami pilih 175 orang karena kami pada tahun ini tengah memperingati HUT ke-175 Stanley Black & Decker di seluruh dunia," ujarnya.

Menurut King, selama pelatihan ini Stanley Black & Decker memasok semua perkakas yang digunakan untuk mengolah kayu tersebut. Peralatan canggih produk Stanley Black & Decker bisa digunakan anak-anak tersebut untuk berkarya di workshop Code Margonda.

Untuk pelatihan ini, Stanley Black & Decker menggandeng para tutor dari komunitas seperti Hobikayu dan produsen lem kayu Crona.

"Selama beberapa hari ini, kami sudah menggelar workshop untuk anak-anak secara berkala. Ditemani para tutor, kami harap mereka bisa belajar banyak bagaimana cara aman dan cepat menggunakan perkakas Stanley," paparnya.

Dia menuturkan pihaknya akan membuka ruang karya di Code Margonda tersebut untuk umum. Tujuannya, untuk mengedukasi para penggunaan perkakas secara aman bagi pelaku IKM dan siapa pun para pehobi dari komunitas DIY atau mereka yang gemar mencipta furnitur sendiri.

"Sebagai produsen perkakas kami sangat mendukung industri kreatif, di mana salah satu jalannya bekerja sama dengan komunitas DIY dalam bentuk support edukasi penggunaan tools dengan aman untuk itulah kami mendirikan makerspace atau ruang karya bagi para pegiat komunitas DIY dengan menggandeng Code Margonda dan lem Crona," jelasnya.

Tag : industri kreatif, depok
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top