Tantang Israel, Rusia Akan Kerahkan Sistem Pertahanan ke Suriah

Rusia akan mengirimkan sistem partahanan udara terbaru ke Suriah dalam waktu dekat.
John Andhi Oktaveri | 27 April 2018 09:55 WIB
Rudal Tomahawk - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia akan mengirimkan sistem partahanan udara terbaru ke Suriah dalam waktu dekat.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia dalam laporan kantor berita Reuters, Jumat (26/4/2018).

Kementerian itu juga menyatakan berencana mempelajari peluru kendali jelajah Tomahawk yang diperoleh pasukan Suriah dalam serangan baru-baru ini. Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan rudal Rusia.

Tel Aviv sebelumnya menyatakan akan menghancurkan sistem pertahanan canggih itu seandainya digunakan untuk menyerang Israel.

Israel secara teknis masih berperang dengan Suriah karena Perang Enam Hari pada 1967 lalu berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Saat itu, Suriah dan Israel memperebutkan wilayah Dataran Tinggi Golan.

Menepis ketegangan dengan Israel, Duta Besar Rusia untuk negara tersebut menyatakan serangan Israel belum lama ini di Suriah bukan alasan Moskow memasok sistem pertahanan udara baru.

Rusia selama ini cuek dengan serangan-serangan Israel terhadap Hizbullah di Suriah. Namun, belakangan Moskow langsung menyalahkan Tel Aviv atas serangan 9 April yang menewaskan tujuh pasukan Iran.

Ditanya apakah kini Rusia akan membatasi kebebasan Israel bertindak di Suriah, Dubes Alexander Shein tak menjawab tegas.

"Tentu saja merupakan ketertarikan kami agar tindakan-tindakan itu tak terjadi, karena hal itu memperburuk situasi di Suriah," ujarnya.

"Kami tentu mengerti alasan Israel memutuskan bertindak seperti itu dan tentu lebih ingin alasan-alasan itu tidak terjadi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suriah, rusia

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top