Singapura & Mongolia Calon Lokasi Pertemuan Trump dan Kim Jong-un

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa tiga atau empat tanggal tengah dipertimbangkan untuk pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.
John Andhi Oktaveri | 27 April 2018 09:43 WIB
Direktur CIA Mike Pompeo bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong -un di Pyongyang, Korea Utara pada akhir pekan Paskah 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa tiga atau empat tanggal tengah dipertimbangkan untuk pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Pemimpin AS itu sebelumnya menyatakan bahwa KTT itu akan digelar akhir Mei atau awal Juni. Spekulasi soal tanggal dan lokasi pertemuan bermunculan terkait rencana pertemuan itu.

"Kami telah memutuskan untuk bertemu. Kami punya tiga atau empat tanggal dan meliputi lima lokasi yang memungkinkan. Kami akan segera menentukannya,” ujar Trump kepada televisi Fox News sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (27/4/2018).

Trump tidak menyebut lokasi yang pasti, namun sejumlah laporan menyebutkan bahwa Mongolia dan Singapura masuk dalam daftar.

“Sejumlah negara Eropa seperti Swiss dan Swedia juga disebut, namun dilaporkan bahwa Kim akan kesulitan secara psikis untuk terbang ke negara tersebut,” menurut media Korea Selatan sebagaimana mengutip sumber pemerintahan.

"Korea Utara punya pendapat bahwa Mongolia merupakan negara yang bersahabat," menurut sumber itu.

Trump tidak mau bertemu dengan Kim di negara yang punya kepentingan pribadi dengan pemimpin Korut itu, termasuk Korea Selatan, Jepang, China maupun negara Asia Tenggara kecuali Singapura.

Saat ini pertemuan antara pemimpin Korut dan Korsel tengah berlangsung untuk mencapai perdamaian kedua negara. Kedua negara terlibat perang 65 tahun lalu, dan berakhir dengan gencatan senjata tanpa perdamaian.

Pertemuan Kim dengan mitranya Moon Jae-in dari Korsel akan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Trump.

Ketika ditanya apa harapan Trump bertemu dengan orang yang pernah dia sebut sebagai "Manusia Roket", dia menjawab diplomatis.

"Bisa saja saya keluar dari pertemuan dengan cara baik-baik, atau bisa juga pertemuan itu tidak jadi, siapa tahu?” ujarnya.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korut, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top