Polisi AS Kejar Tersangka Penembakan yang Tewaskan 4 Orang di Sebuah Restoran

Empat orang tewas setelah seorang pria melakukan penembakan di dalam restoran Waffle House di dekat Nashville, Tennessee, Minggu (22/4/2018) waktu setempat.
Annisa Margrit | 23 April 2018 08:34 WIB
Polisi memeriksa lokasi aksi penembakan di restoran Waffle House di Antioch, Tennessee, AS, Minggu (22/4). - Reuters/Harrison McClary

Bisnis.com, JAKARTA -- Empat orang tewas setelah seorang pria melakukan penembakan di dalam restoran Waffle House di dekat Nashville, Tennessee, Minggu (22/4/2018) waktu setempat.

Dilansir dari Reuters, Senin (23/4), pelaku bernama Travis Reinking dan berusia 29 tahun. Dia melakukan aksinya dengan menggunakan senapan AR-15 yang memang ditujukan untuk melakukan penyerangan.

Kepolisian Metropolitan Nashville mengungkapkan Reinking masih berstatus buron dan dia meninggalkan kendaraannya di lokasi ketika kabur. Ketika melakukan aksinya, si pelaku disebut dalam keadaan nyaris telanjang dan hanya mengenakan jaket hijau.

Polisi menduga Reinking pulang ke rumahnya, mengenakan celana, dan kembali melarikan diri. Seorang pria tanpa baju dan sepatu yang diyakini sebagai dirinya disebut terlihat di hutan dekat area tersebut.

Reinking pertama kali menembak dan menewaskan dua orang di tempat parkir restoran itu pada Minggu (22/4) dini hari. Dia lalu masuk ke restoran dan menembaki orang-orang di dalamnya, yang membuat dua orang lainnya meninggal dan dua orang dalam kondisi kritis.

James Shaw Jr., yang sedang makan di restoran itu, berhasil mengambil paksa senapan Reinking dan membuat si pelaku kabur.

"Saya hanya ingin hidup. Saya berpikir kalau saya akan mati maka dia [Reinking] harus berusaha keras. Saya melakukannya untuk menyelamatkan diri sendiri," ujarnya.

Ketika kabur, Reinking juga melepas jaketnya yang berisi amunisi tambahan. Hal ini membuat polisi memberikan peringatan kepada publik bahwa si pelaku kemungkinan masih bersenjata berat dan sangat berbahaya.

Meskipun senapannya sudah berhasil diambil paksa dan polisi menemukan senjata api lainnya di apartemen Reinking, tapi dia diyakini masih memiliki dua senapan lain.

Keempat senjata itu sebenarnya sempat disita oleh aparat keamanan setelah dia ditahan Paspampres Presiden AS Donald Trump pada Juli 2017. Ketika itu, Reinking masuk ke area terlarang di Gedung Putih karena ingin bertemu dengan Trump.

Senjata-senjata itu kemudian diserahkan ke ayahnya. Ayah Reinking lalu menyerahkan kembali senjata-senjata tersebut ke anaknya.

Kota Antioch, lokasi penembakan tersebut, juga menjadi lokasi penembakan massal pada September 2017. Saat itu, seorang pria bersenjata yang mengenakan masker membunuh seorang perempuan di luar sebuah gereja dan melukai enam orang lainnya dalam misa Minggu.

Si pelaku kemudian menembak dan melukai dirinya sendiri ketika berkelahi dengan aparat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi penembakan di as

Sumber : Reuters
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top