3 Ocehan Amien Rais Umbar Dengki dan Benci kepada Jokowi

Relawan Jokowi menyesalkan pernyataan eks Ketua MPR Amien Rais yang ditujukan ke Pemerintah. Penyataan Amien Rais dianggap memicu perpecahan di masyarakat.
JIBI | 23 April 2018 13:24 WIB
Mantan Ketua MPR Amien Rais berjalan keluar seusai mendatangi Pansus Angket KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/7). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Relawan Jokowi menyesalkan pernyataan eks Ketua MPR Amien Rais yang ditujukan ke Pemerintah. Penyataan Amien Rais dianggap memicu perpecahan di masyarakat.

Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional Jokowi (Seknas Jokowi) Dedy Mawardi menunjuk pernyataan Amien Rais soal partai setan, sertifikat tanah ngibul dan pemerintahan bergaya otoriter bisa membuat perpecahan di masyarakat.

“Ngocehnya Amien Rais selama ini sangat tidak santun. Hanya mengumbar rasa dengki dan benci pribadi kepada Jokowi serta tokoh elite lainnya,” kata Dedy dalam keterangannya, Minggu (22/4/2018).

Akhir-akhir ini, Amien beberapa kali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sebelumnya, Amien menyebut pembagian sertifikat tanah gratis oleh Jokowi.

Dia menyebut program tersebut sebagai tindakan membohongi publik atau ‘ngibul’. Amien menuding, 74 persen lahan di Indonesia dimiliki pihak asing.

Amien juga membedakan Partai Allah dan Partai Setan saat memberikan tausiyah setelah mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018.

Hingga yang terakhir, Amien menuding Jokowi sebagai Presiden sipil yang kebijakannya otoriter melebihi militer. Amien mengatakan indikasi itu berasal wacana calon tunggal di Pemilihan Presiden 2019. Keadaan tersebut hanya memungkinkan sejumlah kalangan mengajukan Calon Wakil Presiden (Cawapres) bukan Calon Presiden (Capres).

 “Itu hanya wacana tidak berdasarkan fakta dan data. Argumen itu sangat imajinatif serta fiktif,” kata Dedy.

Relawan Jokowi  mengimbau Amien lebih santun dan bijak dalam bersikap. Menurut Dedy, hal ini untuk menciptakan perasaan damai dan menjaga keutuhan bangsa.

“Khususnya menjelang penyelenggaraan proses demokrasi di Pilkada maupun di Pilpres 2019,” kata Dedy.

Sumber : Tempo

Tag : jokowi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top