RI-Papua Nugini Teken MoU Ekspor Produk, Transaksi Bakal Naik 2 Kali Lipat

Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Pemerintah Papua Nugini menandatangani protokol eskpor yang dapat meningkatkan transaksi hingga dua kali lipat pada tahun ini dari nilai 2017 yang sebesar US$179 juta.
Ni Putu Eka Wiratmini | 20 April 2018 19:57 WIB
Managing Director National Agriculture Quarantine and Inspection Authority Papua New Guinea Joel Alu bersama Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia Banun Harpini mengadakan penantangan kerja sama ekspor antar kedua negara mengenai proteksi terhadap penyakit hewan, tumbuhan, dan biosecurity - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Pemerintah Papua Nugini menandatangani protokol eskpor yang dapat meningkatkan transaksi hingga dua kali lipat pada tahun ini dari nilai 2017 yang sebesar US$179 juta.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia Banun Harpini mengatakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang proteksi terhadap penyakit hewan dan tumbuhan serta biosecurity antara Karantina Indonesia dan Papua Nugini akan memberikan jaminan pada produk pertanian yang diperdagangkan kedua negara. Jaminan ini berupa produk yang tidak mengandung penyakit hama ataupun aman untuk dikonsumsi.

Kata dia, lantaran jaminan keamanan produk dua negara ini, maka akan meningkatkan transaksi hingga dua kali lipat dari nilai pada 2017 yang sebesar US$179 atau Rp2,4 triliun.

“Ini juga merupakan refleksi karantina dunia untuk tidak hanya melakukan proteksi tetapi juga fasilitator perdagangan yang aman,” katanya, Jumat (20/4/2018) malam.

Managing Director National Agriculture Quarantine and Inspection Authority Papua New Guinea Joel Alu mengatakan kerja sama ini tidak hanya penting bagi negaranya saja tetapi juga untuk kerja sama perdagangan kedua negara.

Selama ini, kedua negara telah melakukan negoiasi yang cukup panjang yakni selama 6 tahun untuk membahas pentingnya kesehatan hewan, tumbuhan, dan biosecurity.

“MoU ini kami harapkan menghilangkan kekhawatiran kedua negara akan ketidaktahuan mengenai penyakit maupun virus pada produk yang diperdangkan,” sebutnya.

Adapun produk yang diedkpor dari Indonesia ke Papua Nugini yakni beras, kaktus, kopi, minyak kelapa sawit, tepung terigu, dan susu UHT. Sementara dari Papua Nugini ke Indonesia yakni Kakao dan Vanila.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perdagangan bilateral, papua nugini

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top