KABAR GLOBAL 28 MARET: AS-China Upayakan Negosiasi, Rusia Ancam Balas Aksi Pengusiran Diplomatnya

Berita seputar negosiasi antara Amerika Serikat dan China serta peringatan yang dilancarkan Rusia terhadap pengusiran massal diplomatnya di seluruh dunia mewarnai media nasional pada hari ini, Rabu (28/3/2018).
Renat Sofie Andriani | 28 Maret 2018 08:47 WIB
Presiden China Xi Jinping berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (paling kanan). Ikut mendamping Ibu Negara China Peng Liyuan saat makan malam pada awal pertemuan puncak 6-7 April 2017 di Florida. - .Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Berita seputar negosiasi antara Amerika Serikat dan China serta peringatan yang dilancarkan Rusia terhadap pengusiran massal diplomatnya di seluruh dunia mewarnai media nasional pada hari ini, Rabu (28/3/2018).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

AS-China Upayakan Negosiasi. Di tengah-tengah perseteruan Amerika Serikat dan China yang saling melempar tarif, pejabat dari kedua negara di belahan Samudera Pasifik kini ternyata tengah mengupayakan kesepakatan lewat perundingan. (Bisnis Indonesia)

IPO Aramco Jalan Terus. Saudi Aramco tetap optimistis rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dapat terlaksana pada semester II/2018, meskipun ada sejumlah skeptisisme dari investor karena ketidakpastian Kerajaan Arab Saudi. (Bisnis Indonesia)

Brookfield Beli Saham GGP US$15,3 Miliar. Perusahaan real estate komersial Brookfield Property Partners LP akan membeli 66% saham GGP Inc. Transaksi akuisisi saham ini akan dibayar dalam bentuk tunai dan saham dengan nilai US$15,3 miliar. (Kontan)

Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara Terdongkrak China. Pertumbuhan ekonomi China menjadi faktor pendorong melesatnya ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Maybank Kim Eng mencatat, total investasi China ke negara Asia Tenggara telah mencapai US$71,55 miliar pada 2016 silam, atau 5,3% dari total investasi ke Asia sebesar US$909,44 miliar. (Kontan)

Rusia akan Balas Aksi Pengusiran Diplomatnya. Rusia mengingatkan pihaknya akan membalas pengusiran massal terhadap lebih dari 100 diplomatnya di seluruh dunia. Negeri Beruang Merah menyebut tindakan tersebut tidak sopan. (Investor Daily)

Tag : rusia, perang dagang AS vs China
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top