Soal Kebocoran Data Facebook, Zuckerberg Janji Lakukan Penyelidikan

Chief Executive Facebook Inc. Mark Zuckerberg akhirnya buka suara dan meminta maaf terkait skandal bocornya data pengguna Facebook baru-baru ini. Dia berjanji akan mengambil langkah konkrit agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.
Dwi Nicken Tari | 22 Maret 2018 17:00 WIB
Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg berbicara di panggung saat konferensi tahunan Facebook F8 di San Jose, California, AS, 18 April 2017. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Chief Executive Facebook Inc. Mark Zuckerberg akhirnya buka suara dan meminta maaf terkait skandal bocornya data pengguna Facebook baru-baru ini. Dia berjanji akan mengambil langkah konkrit agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

“Ini merupakan pelanggaran kepercayaan yang sangat besar. Saya sangat menyesalkan hal ini terjadi. Kami memiliki tanggung jawab yang mendasar untuk melindungi data pengguna,” kata Zuckerberg dalam wawancara dengan CNN, seperti dikutip Reuters, Kamis (22/3).

Akhir pekan lalu, jaringan sosial terbesar di dunia ini mengumumkan perusahaan periklanan politik asal Inggris, Cambridge Analytical, telah menerima data pengguna Facebook dari pihak ketiga pada 2015. Kala itu, Cambridge Analytica dapat mengakses lebih dari 50 juta profil pengguna Facebook tanpa izin, yang tentu saja melanggar kebijakan Facebook.

Menanggapi hal tersebut, Zuckerberg menyatakan dalam kirimannya lewat Facebook, bahwa “[perusahaan] telah membuat kesalahan, masih banyak yang harus dilakukan, dan kami harus menyelesaikannya.”

Dia menambahkan, perusahaan jaringan sosial itu akan melakukan investigasi terhadap ribuan aplikasi yang menggunakan platform Facebook dan membuat larangan untuk mengakses data. Selain itu, Facebook juga akan memberikan layanan kepada pelanggannya untuk menonaktifkan perizinan akses data mereka dengan mudah.

"Saya berusaha untuk mengerti tentang apa yang terjadi supaya tidak terjadi lagi. Saya berjanji akan menyelidikinya dan membuat layanan yang lebih baik untuk jangka panjang," tulis Zuckerberg di akun Facebook-nya.

Adapun, para pembuat kebijakan, investor, dan pengguna menilai langkah yang diambil Zuckerberg ini sudah tepat. Akan tetapi, tetap tidak dapat membungkam kritik skeptis bahwa Facebook belum berusaha keras. Pasalnya, rencana itu tidak mewakili adanya reduksi besar-besaran dari pengiklan yang menggunakan data-data Facebook, yang mana merupakan “darah Facebook”. 

Selanjutnya, Zuckerberg mengatakan bahwa dia terbuka dengan aturan-aturan yang akan ditetapkan pemerintah dan dengan senang hati akan hadir di Kongres AS.

“Saya sebenarnya lebih memikirkan tentang regulasi  yang cocok ketimbang memikirkan pertanyaan ‘apakah seharusnya Facebook diberi regulasi?’” katanya.

Analis memperkirakan bahwa kecerobohan Facebook kali ini akan mengurangi kedekatan pengguna dengan platform jaringan sosial tersebut, bahkan berpotensi mengurangi pasokan iklan.

“Investor sekarang mempertimbangkan apakah perusahaan [Facebook] telah memperlihatkan perkembangan dengan sepatutnya,” kata Brian Wieser analis Pivotal Research Group.

Sementara itu, Dewan Direktur Cambridge Analytica memutuskan untuk menangguhkan Direktur Utama Alexander Nix pada Selasa (20/3), yang tertangkap dalam sebuah rekaman rahasia yang mengungkapkan perusahaannya memainkan peran dalam kemenangan Presiden Donald Trump pada Pemilu AS 2016. 

Cambridge Analytical yang tadinya didanai oleh mantan Wakil Direktur Renaissance Technologies dan pendukung Trump, Robert Mercer, menggunakan data dari media sosial untuk mencapai pemberi suara lewat pesan hyper-targeted, termasuk Facebook dan layanan sosial media lainnya. Diduga, Cambridge Analytical menggunakan data pengguna Facebook tersebut untuk memenangkan Trump. (Reuters/Bloomberg)

Tag : facebook
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top