Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

45 Kelompok Dagang Minta Trump Tak Usik China

Bagi perhimpunan perdagangan itu, mengusik China bisa sangat membahayakan perekonomian dan konsumen di AS sendiri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Maret 2018  |  13:35 WIB
45 Kelompok Dagang Minta Trump Tak Usik China
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbang spekulasi panas soal potensi Oprah Winfrey mengikuti pemilihan presiden tahun 2020. - Reuters
Bagikan

Kabar24.com, WASHINGTON - Kekuatan ekonomi China membuat sejumlah perhimpunan perdagangan Amerika Serikat sangat berhati-hati.

Sebanyak 45 perhimpunan perdagangan Amerika Serikat, yang mewakili beberapa perusahaan besar, bahkan mendesak Presiden Donald Trump untuk tidak mengenakan tarif atau pajak kepada China.

Bagi perhimpunan perdagangan itu, mengusik China bisa sangat membahayakan perekonomian dan konsumen di AS sendiri.

Melalui surat kepada Trump pada Minggu, perhimpunan tersebut mengatakan bahwa tarif potensial di China akan menaikkan harga barang konsumsi, membunuh pekerjaan dan menurunkan pasar keuangan.

Surat tersebut menandai perkembangan terkini hubungan Trump dengan dunia usaha mengenai kebijakan perdagangan, karena presiden itu mengambil langkah garang, yang dinilai perlu untuk melindungi industri dalam negeri.

"Kami mendesak pemerintah tidak mengenakan tarif dan bekerja sama dengan masyarakat usaha untuk menemukan jalan terbaik dan terukur bagi kebijakan dan pelaksanaan perdagangan proteksionis China guna melindungi pekerjaan dan daya saing Amerika Serikat," kata kelompok tersebut.

"Pemberlakuan tarif akan sangat berbahaya," kata mereka melalui surat tersebut.

Kelompok tersebut meminta Trump untuk bekerja dengan sekutu dagang guna mendorong perubahan pada kebijakan China. Kelompok bisnis mengatakan mereka memiliki kekhawatiran serius tentang pendekatan China terhadap perdagangan, sedangkan tarif sepihak oleh AS hanya akan memisahkan negara dari sekutu, dan mendorong mereka untuk menggantikan kehadiran bisnis AS di China saat Beijing melakukan pembalasan.

Perhimpunan perdagangan itu secara terbuka menolak antara lain Kamar Dagang AS, Federasi Ritel Nasional, dan Dewan Industri Teknologi Informasi.

Pemerintahan Trump dikatakan menyiapkan kebijakan tarif terhadap produk teknologi informasi China, telekomunikasi, dan produk konsumen dalam upaya untuk memaksa perubahan dalam praktik kekayaan intelektual dan investasi Beijing.

Presiden Trump baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif impor baja dan aluminium tertentu, meski mendapat tentangan dari beberapa sektor bisnis.

Kelompok tersebut juga meminta Trump untuk mengizinkan pakar industri mengomentari dampak ekonomi dari setiap perubahan dalam kebijakan perdagangan sebelum tindakan tersebut diterapkan.

"Kami mendesak pemerintah mengukur tindakan niaga, yang bermakna, sesuai dengan kewajiban internasional, yang menguntungkan eksportir, importir, dan pemodal AS, daripada menghukum konsumen Amerika Serikat dan membahayakan keuntungan dalam daya saing nasional," kata mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top