Permusyawaratan Asosiasi Travel Umrah & Haji Terbentuk, Menag Bilang untuk Tingkatkan Posisi Tawar

Asosiasi itu terdiri dari sejumlah asosiasi pegiat biro travel umrah dan haji khusus yakni Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), dan Kesatuan Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri).
Amanda Kusumawardhani | 14 Maret 2018 22:25 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan pendapatnya saat rapat kerja dengan Komite III DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/2). - Antara/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi pembentukan Permusyawaratan Asosiasi Travel Umrah dan Haji (PATUH).

Asosiasi itu terdiri dari sejumlah asosiasi pegiat biro travel umrah dan haji khusus yakni Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh),  Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), dan Kesatuan Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri).

Menurut Lukman, banyaknya asosiasi penyelenggara umrah dan haji khusus selain menyulitkan Pemerintah Arab Saudi, juga dapat membuat daya tawar Indonesia menjadi rendah.

"Kalau asosiasinya menjadi satu tentu posisi tawarnya akan kuat. Pemerintah juga akan lebih mudah memperjuangkan aspirasi teman-teman asosiasi," ujarnya, mengutip keterangan resminya,Rabu (14/3/2018).

Penyatuan asosiasi-asosiasi tersebut diakuinya juga merupakan permintaan dari Duta Besar Arab Saudi dan Menteri Haji Arab Saudi.

"Ada kebutuhan yang semakin tinggi agar asosiasi ini bisa kembali bersatu, lalu kemudian seluruh kepentingan-kepentingan asosiasi ini bisa disuarakan dalam satu suara," imbuhnya.

Melalui PATUH, dia meminta negosiasi layanan haji khusus di Arab Saudi menggunakan satu nama, tidak lagi dilakukan oleh masing-masing travel.

Bahkan, Lukman mengatakan pemerintah Arab Saudi akan lebih tegas lagi dengan membuat regulasi yang menyaratkan bahwa setiap negara satu saja perwakilannya yang mengurusi haji khusus maupun umrah.

"Dari sisi regulasi akan semakin ketat, oleh karenanya kita juga perlu berbenah diri," tuturnya

Tag : Ibadah Haji, umrah
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top