Warga Asmat Mulai Menikmati Air Bersih Murah

Instalasi sterilisasi air minum di area Masjid An Nur, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, resmi beroperasi hari ini, Selasa (13/3/2018), untuk memenuhi kebuhan masyarakat setempat.
Nurudin Abdullah | 13 Maret 2018 18:05 WIB
Direktur Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indonesia Meizi Fachrizal Achmad (kiri) dan Bupati Asmat Elisa Kambu (kanan) membuka tirai tanda peresmian instalasi sterilisasi air minum di area Masjid An Nur di Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Selasa (13/3/2018). - Istimewa/Baznas

Bisnis.com, JAKARTA- Instalasi sterilisasi air minum di area Masjid An Nur, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, resmi beroperasi mulai Selasa (13/3/2018) untuk memenuhi kebuhan masyarakat setempat.

Peresmian pengoperasian intalasi tersebut dilakukan oleh Direktur Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indonesia (RSBI) Meizi Fachrizal Achmad, dan Bupati Asmat, Elisa Kambu, bersama anggota musyarawah pimpinan daerah.

Fachrizal menjelaskan kesulitan memperoleh air bersih menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi masyarakat Kabupaten Asmat sehingga banyak kasus penyakit yang disebabkan kekurangan air bersih seperti diare dan kulit. 

“Hingga saat ini masyarakat masih mengandalkan sepenuhnya dari air hujan yang ditampung ke dalam tanur. Sehingga kehadiran instalasi ini sangat membantu mereka,” katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, selama ini masalah air bersih merupakan faktor penyebab utama terjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat beberapa waktu yang lalu. 

 

Dia menjelaskan untuk mendapatkan air bersih, masyarakat harus membeli air mineral dalam kemasan, atau memasak air dengan kompor gas atau kompor minyak yang harganya relatif mahal.

Dengan pendapatan masyarakat Agats yang rata-rata masih rendah, imbuhnya, maka kondisi tersebut sangat memberatkan. Bahkan tidak sedikit warga yang terpaksa langsung mengonsumsi air hujan.

“Jika masalah air bersih tidak diselesaikan, maka kasus kejadian luar biasa bukan tidak mungkin akan terulang kembali,” tegasnya.

Sementara itu Budi Laksono, ahli kesehatan lingkungan dari Tim Krisis Center Baznas, mengatakan bahwa pihaknya memperkenalkan program instalasi air minum dengan ultra violet dan ozon yang sangat murah dan praktis. 

“Dengan pembuatan instalasi ini, masyarakat akan mendapatkan air minum sehat dengan harga murah, sehingga ekonomi keluarga terbantu. Diharapkan setiap instalasi akan menghasilkan air minum sebanyak 1.000 liter per hari,” katanya. 

Menurutnya, sejak marak diberitakan kasus KLB campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Baznas membentuk Tim Krisis Center untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi kejadian tersebut. 

Direktur Pendistribusian Zakat Nasional Baznas, Mohd. Nasir Tajang, mengatakan pada tahap awal, Baznas membangun 2 instalasi sterilisasi air minum di area Masjid An Nur yang menjadi pusat posko Tim Krisis Center dan di RSUD Asmat.

Tag : air minum, papua, asmat
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top