Bisnis.com, JAKARTA -- Malaysia akan merilis laporan investigasi lengkap atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines setelah upaya pencarian yang sedang dilakukan rampung.
Pesawat Malaysia Airlines MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing hilang pada 8 Maret 2014. Pesawat itu membawa 239 penumpang.
Reuters melansir Kamis (8/3/2018), tim pencari dari Ocean Infinity saat ini sedang menjalankan misinya dan diharapkan dapat menyelesaikannya pada Juni 2018. Pada Januari 2018, Malaysia telah sepakat menyewa jasa perusahaan asal AS itu dengan bayaran hingga US$70 juta jika berhasil menemukan pesawat tersebut.
"Jika pesawat ditemukan, tim akan melanjutkan investigasi lanjutan. Jika pesawat tidak ditemukan dan diambil keputusan untuk tidak melanjutkan pencarian, tim bakal melanjutkan penyusunan laporan dan merilisnya beberapa bulan kemudian," demikian disampaikan dalam sebuah dokumen dari Pemerintah Malaysia, yang rencananya bakal diumumkan petang hari ini.
Laporan lengkap hilangnya pesawat MH370 sebelumnya direncanakan dikeluarkan lebih awal. Namun, rencana itu ditunda sampai tim pencari baru menyelesaikan misinya.
Tim penyelidik Malaysia beralasan temuan baru akan mempengaruhi investigasi yang dilakukan.
Penunjukan Ocean Infinity didasari tidak berhasilnya pencarian yang digelar Malaysia, Australia, dan China atas pesawat MH370. Pencarian tersebut menghabiskan biaya US$159,38 juta dan mencakup wilayah Samudera Hindia seluas 120.000 kilometer persegi.
Beberapa penyelidik sebenarnya sempat meminta area pencarian diperluas menjadi 25.000 kilometer persegi ke arah utara.
Kapal Seabed Constructor milik Ocean Infinity sudah menggarap area seluas 16.000 kilometer persegi tapi masih belum menemukan petunjuk signifikan.